<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>zid lubba</title>
	<atom:link href="http://misbahzada.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://misbahzada.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Apr 2010 06:28:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='misbahzada.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>zid lubba</title>
		<link>http://misbahzada.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://misbahzada.wordpress.com/osd.xml" title="zid lubba" />
	<atom:link rel='hub' href='http://misbahzada.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>gara gara cilok</title>
		<link>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/25/gara-gara-cilok/</link>
		<comments>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/25/gara-gara-cilok/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 06:28:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misbahzada</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://misbahzada.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[GARA-GARA BAKUL CILOK malam itu angin serasa sangat sejuk di keheningan malam, sakur yang akrab dipanggil si kaki dingklik oleh kawan-kawannya pulang bersama itris,si gojal, kecrit (solihin) dkk setelah mengikuti acara muhafadoh al fiyah ibn malik dari pondok putri. Dalam perjalanan mereka sangat akrab dengan canda tawa dan guyon ledek(baca : mengejek) mereka hingga tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=55&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="text-decoration:underline;">GARA-GARA BAKUL CILOK</span></em></p>
<p>malam itu angin serasa sangat sejuk di keheningan malam, sakur yang akrab dipanggil <em>si kaki dingklik</em> oleh kawan-kawannya pulang bersama itris,si gojal, kecrit (solihin) dkk setelah mengikuti acara <em>muhafadoh al fiyah ibn malik</em> dari pondok putri. Dalam perjalanan mereka sangat akrab dengan canda tawa dan guyon ledek(baca : mengejek) mereka hingga tak terasa sampailah mereka di asrama putra tempat mereka mengaji. Selepas menghilangkan lelah dengan hidangan yang di ambil oleh si kecrit berupa meminum <em>arkol</em> (air kolam)atau minuman favorit santri tempo dulu.  Merekapun berniat meneruskan canda dengan duduk bersama sambil membicarakan idola-idola putri mereka. Angin sepoi mulai  bersahaja Sakur pun membuka curhatnnya tentang cintanya yang tak sampai, disusul dengan itris yang kelihatnnya malam itu sangat bahagia sekali karena dapat kiriman (parcel)dari fens beratnya dua hari yang lalu.</p>
<p>&#8220;kiriman wingi aja di kandakna tris, belih weruh wengi kie kita hanya bisa minum segelas arkol zamzam asli dari jawa&#8221; pelak si sakur.</p>
<p>namun lain dengan si gojal yang keadaanya hanya bisa mengelus-elus rambut ubannya ketika mendengar berita-berita hotline seputar idola putri, memang si gojal itu  tergolong mental down dengan <em>laqob</em> orang <strong>bermutu</strong> alias bermuka tua.si gojal dengan umur sekitar kepala 2 namun rambut sudah mengidap penyakit widakan(umur sekitar sewidakan,baca :<em>jawa-enam puluhan</em>) dia merasa minder tidak laku di depan teman-teman putrinya.</p>
<p>Di tengah kehangatan gurau mereka solihin alias si kecrit mendadak beranjak dari tempat duduknya menghampiri pak darum yang kebetulan malam itu standby jualan cilok   di sekitar pondok. Mereka pun terperanjat mengalihkan pandangannya semua ke pak darum,dan…</p>
<p>&#8220;ngomong-ngomong pak darum beristri tiga ya!&#8221;celoteh si sakur.</p>
<p>&#8220;masa kur…dengan hanya jualan cilok bisa beristri tiga?&#8221;itris mencoba meyakinkan.</p>
<p>&#8220;iyaa,,bener.&#8221;sahut si sakur</p>
<p>&#8220;hebat y…Cuma dengan jualan cilok tiap malam bisa bergilir tidurnya.&#8221;si gojal</p>
<p>&#8220;y itulah hebatnya tukang cilok di pondok, berkah segalanya, ya ciloknya ,ya rizkinya sampai istrinyapun berkah bisa bertambah&#8221;jawab si sakur.</p>
<p>&#8220;tapi kemungkinan bisa lebih hebat dan lebih berkah apabila kamu yang jualan kur..!&#8221; sambung si kecrit hangatkan suasana</p>
<p>&#8220;alasanya&#8221;….sakur penasaran</p>
<p>&#8220;ya iyalaah….coba sekarang lihat wajah kamu ga jelek amat di banding pak darum, performens oke, yaa paling sedikit jingjet kaki kamu itu tak berpengaruh, mungkin cewe-cewe banyak yang terkesima melihat antum kur&#8221;pendapat si gojal.</p>
<p>&#8220;ahc masa iya&#8221; pelak si sakur sambil menggerutukan dahinya</p>
<p>Ahirnya tak lama kemudian muncul ide cemerlang dari si gojal. Dia langsung menhampiri pak darum.</p>
<p>&#8216;pak kira-kira kalo gerobak jualannya di sewa boleh ga???&#8221;gojal mencoba menawarkan jasa</p>
<p>&#8220;jangankan disewa nak, di pinjam juga boleh asal dagangan saya ikut dijualkan&#8221;pak darum mencoba mengakrabinya.</p>
<p>Seketika itu terjadilah transaksi penyewaan gerobak cilok antar si gojal dan pak darum.dan selebaran itu ahirnya di umumkan ke teman-teman si gojal.</p>
<p>&#8220;teng…teng…teng….teman-teman siapa yang berani menjual cilok di asrama putri besok pagi star jam setengah 8 sampai jam 2 siang saya kasih hadiah uang tunai 150 000 rupiah.&#8221; sayembara gojalpun di umumkan.</p>
<p>&#8220;yang benar saja jal, kamu ga bercanda tuhc..!&#8221;sambung si sakur.</p>
<p>&#8220;oke banget tuc jal, saya ikut jadi nyumbang 50 ribu dech kalo ada yang mau !.si itris memperjuangkan.</p>
<p>Sakur yang kelihatanya sedang terjepit dengan keadaan keuangannya (maklum tanggal tua belum dapat wesel) dan sisi lain pengen rasa cintanya terluapkan pada si cepon alias cewe pondok, dia tak berfikir panjang.</p>
<p>&#8220;oke jal, saya mau tapi ingat y kamu jangan bohong dengan uang jaminan 150 ribunya dan tolong saya nanti di ijinkan untuk tidak masuk sekolah&#8221;sakur mencoba jaim pada teman-temanya.</p>
<p>&#8220;beres kur….dijamin&#8221;.jawab gojal disertai riukan tepuk tangan riang membayangkan si sakur yang berjalan dengan kedingklikanya menggendong gerobak jualan cilok di depan anak-anak putri.</p>
<p>Esok haripun tiba, saat udara berembun menebarkan aroma sejuk dipelapuk hidung, senandu kicau burung pagi membuka mengirim salam menyambut kerlipan sinar mentari pada embun yang menempel pada dahan  dedaunan. Pak darum yang tak seperti biasanya berjualan di waktu senja kini tiba di pagi hari untuk mengirim pesanan gerobak dan sarana lainnya seperti terompet plastic dari botol aqua sebagai nada dering   penanda jualan cilok menyiapkan segalanya dengan komplit hingga tak tertinggal segelintir pun dari pernak perniknya.</p>
<p>Jam menunjukan pukul 7.15 menit waktu bel sekolah berbunyi sakur pun mulai bergegas diri memakai celana levis dengan switer hitamnya dan walkman serta headset untuk menutupi ejekan teman – temannya, mulailah sakur mendekati gerobak pak darum dan langsung dia angkat tanpa mempertimbangkan perihal beban angkut yang di angkatnya karena malam hari sakur berhasil lolos uji kompetensi tentang pengangkatan gerobak,perjalananpun dimulai untuk menjual cilok dengan mengorbankan jam sekolahnya, sementara Si gojal, si kecrit dan itris serta teman –teman lainnya dari satu kelas tertawa terpingkal-pingkal disertai gemuruh ejekan mengiring si sakur menggendong gerobak cilok dari pondok putra sampai pondok putri.prrreeeeet..preet…prêt….. preeeetttss…preeetc….(alunan terompet aqua buatan pak darum berbunyi).</p>
<p>Satu hari kemudian sakurpun di panggil oleh pak muntahin selaku wali kelas sekolahnya dan di introgasi supaya tidak mengulangi kebiasaan buruk itu yakni tidak masuk sekolah hanya untuk berjualan cilok dengan motif ingin di sanjung dan mendapatkan cintanya pada si cepon.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/misbahzada.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/misbahzada.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/misbahzada.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/misbahzada.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/misbahzada.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/misbahzada.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/misbahzada.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/misbahzada.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/misbahzada.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/misbahzada.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/misbahzada.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/misbahzada.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/misbahzada.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/misbahzada.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=55&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/25/gara-gara-cilok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7585a814af53d6aef53aa584c5abf72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">misbahzada</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>baby is &#8220;bayi&#8221;</title>
		<link>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/25/baby-is-bayi/</link>
		<comments>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/25/baby-is-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 06:23:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misbahzada</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://misbahzada.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Baby is bayi&#8221; Alkisah ada anak yang bandelnya gak umum banget….namanya &#8220;Suhamdol&#8221; panggilanya hamdol….hahaha namanya aja udah wagu n katrok banget Hamdol tipe anak yang brutal….cita-citanya aja gak umum banget, jadi bintang &#8220;smack down&#8221;, haha ngimpi…bintang smack down tenaganya tiwul, bodin, angkrik dkk… ndesooo… Pak jito masuk kelas n memulai pelajaranya… &#8220;Hamdol…pelajaran kemarin sampe mana?&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=53&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Baby is bayi&#8221;   Alkisah ada anak yang bandelnya gak umum banget….namanya &#8220;Suhamdol&#8221; panggilanya hamdol….hahaha namanya aja udah wagu n katrok banget Hamdol tipe anak yang brutal….cita-citanya aja gak umum banget, jadi bintang &#8220;smack down&#8221;, haha ngimpi…bintang smack down tenaganya tiwul, bodin, angkrik dkk… ndesooo… Pak jito masuk kelas n memulai pelajaranya… &#8220;Hamdol…pelajaran kemarin sampe mana?&#8221; &#8220;sampe pulogadung pak…..&#8221;jawab hamdol gokil &#8220;setan alas, koen sih anake menungsa apa jim ifrit?ditakoni bener-bener malah ngglajig…&#8221;kesuh inyong tah due murid stres kaya koen…wis nilaine olih endog asin kabeh…..bandele ora mufakat… Pak jito memulai pelajaranya… Bla&#8230;bla…bla….1 jam berlalu Oke anak2…jadi seseorang yang kerjanya ngerawat bayi namanya &#8220;baby sitter&#8221;paham ya….ada pertanyaan ??? Hamdol ngacung&#8221; pak, kalo bayi yang bisa nyari duit apa namanya??? Dasar murid gemblung, masa ada bayi bisa nyari duit…gemblung… Ada dong pakkk, bapak gak mikir sich….namanya ntuch..&#8221;baby ngepet…&#8221;hahahahaha   ada lagi nie cerita</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/misbahzada.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/misbahzada.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/misbahzada.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/misbahzada.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/misbahzada.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/misbahzada.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/misbahzada.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/misbahzada.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/misbahzada.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/misbahzada.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/misbahzada.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/misbahzada.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/misbahzada.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/misbahzada.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=53&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/25/baby-is-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7585a814af53d6aef53aa584c5abf72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">misbahzada</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ketemu bupati</title>
		<link>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/25/ketemu-bupati/</link>
		<comments>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/25/ketemu-bupati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 06:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misbahzada</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://misbahzada.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Hari yang kereeeennnn…taraRaaaa….hari ini aku dapat mandat yang keren, “mengantar surat buat Bupati”. Walopun gak tau isinya apa, tapi yang penting asoy, hari ini aku mau ketemu bupati.jreng..jreng..jreeng Baju n clana udah kupilih yang paling keren buat dipake hari ini….kemeja cap kadal n clana panjang ijo lumut lurik2 ala burjo, eh borjuuu…sepatu aladin udah aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=51&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari yang kereeeennnn…taraRaaaa….hari ini aku dapat mandat yang keren, “mengantar surat buat Bupati”. Walopun gak tau isinya apa, tapi yang penting asoy, hari ini aku mau ketemu bupati.jreng..jreng..jreeng</p>
<p>Baju n clana udah kupilih yang paling keren buat dipake hari ini….kemeja cap kadal n clana panjang ijo lumut lurik2 ala burjo, eh borjuuu…sepatu aladin udah aku semir sampe kinclong…gak lupa juga kaos kakiku yang biasanya bau bangkai udah kusemprot pake parfum bunga kuntiladut(kuntilanak penggemar dangdut) alias bunga kemboja.wangiiiii…….sreeeng””</p>
<p>Ceeeeesssttttt…set set set…..aku siap berangkat….kantor bupati yang aku tuju jaraknya gak umum, gak kira2, gak tau kalo jaman sekarang jamanya orang lagi susah…. termasuk aku yang udah 2 minggu ini lagi susah BAB… hahahaha……jaraknya + 2 jam kalo pake motor….bayangin…..kalo cuma pake kakiku yang kayak onta harus brapa hariiii????memang kabupaten yang obesitas…huhhhhhh…</p>
<p>Akhirnya sampe juga dikantor bupati….sampe sana dandananku udah jabrig, bajuku udah keriting kayak mie soun…,,,ancur deh gaya kerenku…alah gapapa lah…cuek aje</p>
<p>“maaf bu, saya mau ktemu bupati ada tidak ya???”tanyaku pada seorang asisten bupati.</p>
<p>“ya saya sendiri, ada apa ya???”</p>
<p>“Loh bupatinya kan cowo bu, n ibu kan asisten bupati????”</p>
<p>“heh kampret, tanyanya yang jelas donk…aku ini Bu patimah, tau ga…..panggilanku kan  Bupati gituuuu”hahaha</p>
<p>“dasar gemblung, serius nich bu, aku mau ngasih surat buat bupati nich…pentinnnngggg”</p>
<p>“heh….gundulmu dipake donk….kalo mau ngasih surat buat bupati bukan disini….tapi dijakarta….”</p>
<p>“loh, kenapa bu?, emang bupatinya lagi pergi kejakarta ?terus kapan pulangnya?”</p>
<p>“gemblung…gembluuung….pulangnya ya 7 tahun lagi dong….kamu mau nunggu? Wong dia lagi asyik dipenjara kohhhh,,,gara2 korupsi tucccchhhh”</p>
<p>“alamakkkkkk,,,bupatine lagi dipenjara….jaaaannn jaaaannn..”</p>
<p>“baliklaaah”……..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/misbahzada.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/misbahzada.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/misbahzada.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/misbahzada.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/misbahzada.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/misbahzada.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/misbahzada.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/misbahzada.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/misbahzada.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/misbahzada.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/misbahzada.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/misbahzada.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/misbahzada.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/misbahzada.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=51&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/25/ketemu-bupati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7585a814af53d6aef53aa584c5abf72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">misbahzada</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PACARAN&lt;&lt;!!!!!!! (bolehkah????)</title>
		<link>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/01/pacaran-bolehkah/</link>
		<comments>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/01/pacaran-bolehkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 15:28:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misbahzada</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/01/pacaran-bolehkah/</guid>
		<description><![CDATA[Pacaran islami….BOONG! Muda-mudi. Belia, energik, tapi sayang miskin ilmu (kamu nggak to ?, semoga enggak ya. Amin). Cuma nafsu dan emosi yang dipakai. Akhirnya, ‘yang-yangan’ (pacaran). Ada yang masih punya iman, trus mbikin istilah Pacaran Islami. Trus gimana tuh? Apa mulai pacarannya pake’ Bismillah &#38; khutbatul hajah, di balik tabir, trus ditutup pake’ tahmid dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=48&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pacaran islami….BOONG!<br />
Muda-mudi. Belia, energik, tapi sayang miskin ilmu (kamu nggak to ?, semoga enggak ya. Amin). Cuma nafsu dan emosi yang dipakai. Akhirnya, ‘yang-yangan’ (pacaran). Ada yang masih punya iman, trus mbikin istilah Pacaran Islami. Trus gimana tuh? Apa mulai pacarannya pake’ Bismillah &amp; khutbatul hajah, di balik tabir, trus ditutup pake’ tahmid dan do’a kafaratul majlis? Gitu? Lucu ya … Hmmm… bener nggak sih? Mari kita simak bersama faktanya. Ada Dusta, Ada Fakta.</p>
<p>Hukum Pacaran dalam Islam</p>
<p>Pertanyaan: Apakah menurut Islam pacaran dibolehkan? Tolong dijawab. </p>
<p>Jawaban: Pacaran dilarang dan diharamkan dalam Islam. Cukuplah firman-firman Allah berikut ini yang menunjukkan akan keharamannya:</p>
<p>1. “Dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi.” [Al-An’aam:151]<br />
2. “Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Israa`:32]<br />
3. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:30]<br />
4. “Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:31]</p>
<p>Pacaran mengantarkan kepada perzinaan dan perbuatan keji lainnya. Perhatikanlah wahai orang-orang yang berakal! Wallahu A’lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/misbahzada.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/misbahzada.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/misbahzada.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/misbahzada.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/misbahzada.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/misbahzada.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/misbahzada.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/misbahzada.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/misbahzada.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/misbahzada.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/misbahzada.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/misbahzada.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/misbahzada.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/misbahzada.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=48&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://misbahzada.wordpress.com/2010/04/01/pacaran-bolehkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7585a814af53d6aef53aa584c5abf72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">misbahzada</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Habis Gelap Terbitlah Terang</title>
		<link>http://misbahzada.wordpress.com/2010/03/29/habis-gelap-terbitlah-terang/</link>
		<comments>http://misbahzada.wordpress.com/2010/03/29/habis-gelap-terbitlah-terang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 18:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misbahzada</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://misbahzada.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Habis Gelap Terbitlah Terang &#8220;Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda, &#8220;Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta&#8221; Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu sukar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=44&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><span style="text-decoration:underline;">Habis Gelap Terbitlah Terang</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">&#8220;Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda, &#8220;Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta&#8221;</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu sukar dan menyakitkan baginya. Dia tidak tahu bagaimana untuk menghadapinya dan hampir menyerah kalah dalam kehidupan. Setiap kali satu masalah selesai, timbul pula masalah baru.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Ayahnya yang bekerja sebagai tukang masak membawa anaknya itu ke dapur. Dia mengisi tiga buah panci dengan air dan menjerangkannya diatas api. Setelah air didalam ketiga panci tersebut mendidih, dia memasukkan lobak merah didalam panci pertama, telur dalam panci kedua dan serbuk kopi dalam panci terakhir.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Dia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak tertanya-tanya dan menunggu dengan tidak sabar sambil memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya. Setelah 20 menit, si ayah mematikan api.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Dia menyisihkan lobak dan menaruhnya dalam mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya dalam mangkuk yang lain dan menuangkan kopi di mangkuk lain.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Lalu dia bertanya kepada anaknya, &#8220;Apa yang kau lihat, nak?&#8221; &#8220;Lobak, telur dan kopi&#8221;, jawab si anak. Ayahnya meminta anaknya merasakan lobak itu. Dia melakukannya dan berasa bahwa lobak itu sedap dimakan.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Ayahnya meminta mengambil telur itu dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, dia dapati sebiji telur rebus yang isinya sudah keras.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Terakhir, ayahnya meminta untuk merasa kopi. Dia tersenyum ketika meminum kopi dengan aromanya yang wangi. Setelah itu, si anak bertanya, &#8220;Apa arti semua ini, ayah?&#8221; Ayah menerangkan bahawa ketiga-tiga bahan itu telah menghadapi kesulitan yang sama,<br />
direbus dalam air dengan api yang panas tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Lobak sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, lobak menjadi lembut dan mudah dimakan. Telur pula sebelumnya mudah pecah dengan isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Serbuk kopi pula mengalami perubahan yang unik. Setelah berada didalam rebusan air, serbuk kopi mengubah warna dan rasa air tersebut.<br />
&#8220;Kamu termasuk golongan yang mana? Air panas yang mendidih itu umpama kesukaran dan dugaan yang bakal kamu lalui. Ketika kesukaran dan kesulitan itu mendatangimu, bagaimana harus kau menghadapinya ?</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Apakah kamu seperti lobak, telur atau kopi ?&#8221; tanya ayahnya.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Bagaimana dengan kita ? Apakah kita adalah lobak yang kelihatan keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kita menyerah menjadi lembut dan kehilangan kekuatan. Atau, apakah kita adalah telur yang pada awalnya memiliki hati lembut, dengan jiwa yang dinamis ? Namun setelah adanya kematian, patah hati, perpisahan atau apa saja cobaan dalam kehidupan akhirnya kita menjadi menjadi keras dan kaku.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kita menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku? Atau adakah kita serbuk kopi ? Yang berjalan mengubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasa yang maksimum pada suhu 100 derajat celcius.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi akan terasa semakin nikmat. Jika kita seperti serbuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk atau memuncak, kita akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan disekitar kita juga menjadi semakin baik.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Samalah halnya dengan serbuk kopi yang berjaya mengubah air panas yang membakarnya menjadikan ia lebih sedap dan enak untuk diminum</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><span style="color:#800000;">By : Misbah zada</span><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/misbahzada.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/misbahzada.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/misbahzada.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/misbahzada.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/misbahzada.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/misbahzada.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/misbahzada.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/misbahzada.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/misbahzada.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/misbahzada.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/misbahzada.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/misbahzada.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/misbahzada.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/misbahzada.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=44&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://misbahzada.wordpress.com/2010/03/29/habis-gelap-terbitlah-terang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7585a814af53d6aef53aa584c5abf72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">misbahzada</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IHSAN SEBAGAI MODAL HIDUP</title>
		<link>http://misbahzada.wordpress.com/2010/03/29/ihsan-sebagai-modal-hidup/</link>
		<comments>http://misbahzada.wordpress.com/2010/03/29/ihsan-sebagai-modal-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 16:10:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misbahzada</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://misbahzada.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[  IHSAN SEBAGAI MODAL HIDUP Manusia memiliki potensi berbuat jahat dan kesalahan الانسان محل الخطأوالنسيان, (manusia tempatnya berbuat salah dan lupa), masing-masing diantara mereka ada yang melakukan secara terang-ternagan dan ada pula yang sembunyi-sembunyi. Potensi kejahatan manusia itu bermula dari hati yang lemah imannya. Jika keimanan yang dimiliki oleh manusia mengalami penurunan yang serius, tentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=41&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#993366;">IHSAN SEBAGAI MODAL HIDUP</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Manusia memiliki potensi berbuat jahat dan kesalahan الانسان محل الخطأوالنسيان, (manusia tempatnya berbuat salah dan lupa), masing-masing diantara mereka ada yang melakukan secara terang-ternagan dan ada pula yang sembunyi-sembunyi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Potensi kejahatan manusia itu bermula dari hati yang lemah imannya. Jika keimanan yang dimiliki oleh manusia mengalami penurunan yang serius, tentu kita sering melakukan pelanggaran baik sengaja atau tidak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Kemaksiatan yang dilakukan secara terus-menerus seperti halnya menggampangkan berbuat dosa kecil, maka semakin lama akan mengakibatkan kegelapan hati hingga menghalangi makrifat kepada Tuhannya. Ibarat lampu sebagai nurulloh maka dia akan menerangi apa yang ada di sekitarnya dan memberikan aroma cahaya kepada mereka yang ada disekelilingnya. Namun yang berada jauh darinya akan kelihatan gelap dan semakin gelap. Untuk menguatkan kembali iman manusia yang lemah/manusia ingin berada pada titik yang terang di dekat cahaya lampu tadi  selain dengan perlunya kesungguhan dalam melakukan tobat dan memperbaiki diri dalam bentuk mempertajam kualitas amal soleh, Rosululloh memberikan resep agar iman itu semakin kuat dan amal baik semakin berkualitas yaitu dengan menenamkan sikap ihsan kepada Alloh</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#008000;">الاحسان هو ان تعبد الله كأنك تراه فان لم تراه فانه يراك</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Ihsan ialah hendaklah engkau bribadah kepada Alloh , seakan – akan engkau melihatNya kalupun engkau tidak sanggup melihatnya, maka sesungguhnya Alloh melihatmu,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Sifat ihsan inilah yang rosul ajarkan kepada sahbat-sahabat beliau, sehingga mereka hidup berkah, berjiwa bersih, tenang dan lurus dalam melangkah. Oleh karena itu, sifat ihsan dapat membersihkan jiwa dan menghancurkan segala niat dan tujuan yang menyimpang, memiliki rasa takut kepada Alloh, sehingga terhindar dari dosa-dosa dan beragam bentuk kemaksiatan. Dan yang paling penting adalah memiliki kebersamaan dengan Alloh sehinggga ibadah mereka memiliki kualitas yang bagus, perilaku yang santun dan berahlakul karimah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Bagaimana cara menanamkan sifat ihsan tersebut?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Kita dapat mengambil contoh kecil dalam kemitraan kerja kita. Manakala kita sedang bekerja untuk sang atasan kita, tatkala sang atasan sedang mengawasi kerja kita, maka kinerja kita begitu maksimal bahkan yang tidak dianggap penting untuk dilakukan pun kita kerjakan supaya kita terpandang dalam melakukan tugas, itu adalah gambaran pengawasan atasan kita yang mana tingkat kepengawasannya tidak sampai 24 jam. Namun Alloh swt, adalah zdat maha melihat, mengetahui, mendengar, mengawasi dan selalu mengetahui tindak tanduk kita dalam setiap hal bahkan setiap detik kita tidak menyadarinya.seharusnya manusia harus lebih maksimal dan berhati-hati dalam setiap situasi dan kondisi hidup di dunia ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Jika makna muroqobah adalah merasa adanya pengawasan dan kebersamaan Alloh terhadap diri seorang muslim, sehingga mampu mengendalikan prilaku dan perbuatannya, baik yang nampak maupun yang tersembunyi maka sifat ihsan akan mengantarkan kepada tingkatan itu.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#008000;">وهو الله في السموات والارض يعلم سرّكم وجهركم ويعلم ما تكسبون</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Dan dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> itulah yang seharusnya menjadikan modal manusia hidup di dunia ini, sehingga dalam perjalananya manusia akan selalu terbimbing dalam naungan hidayah ilahi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">by  : www.misbah zada.com.pos<br /></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/misbahzada.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/misbahzada.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/misbahzada.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/misbahzada.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/misbahzada.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/misbahzada.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/misbahzada.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/misbahzada.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/misbahzada.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/misbahzada.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/misbahzada.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/misbahzada.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/misbahzada.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/misbahzada.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=41&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://misbahzada.wordpress.com/2010/03/29/ihsan-sebagai-modal-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7585a814af53d6aef53aa584c5abf72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">misbahzada</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANFAAT ZDIKIR DALAM KEHIDUPAN</title>
		<link>http://misbahzada.wordpress.com/2010/03/16/manfaat-zdikir-dalam-kehidupan/</link>
		<comments>http://misbahzada.wordpress.com/2010/03/16/manfaat-zdikir-dalam-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 10:22:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misbahzada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://misbahzada.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[MANFAAT ZDIKIR DALAM KEHIDUPAN Semua manusia ingin hidup bahagia mencapai kesempurnaan,yang perlu diketahui adalah kesempurnaan yang hakiki adalah milik Alloh. Manusia memiliki beragam potensi dan bakat yang implementasinya adalah untuk saling melengkapi guna menuju kesempurnaan. Salah satu metode islam dalam membentuk kesemprnaanhidup adalah dengan cara zdikir. فاذكروني اذكركم واشكرولي ولاتكفرون Karena itu, maka ingatlah kalian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=26&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;"><strong><span style="text-decoration:underline;">MANFAAT ZDIKIR DALAM KEHIDUPAN</span></strong></span></p>
<div id="attachment_30" class="wp-caption alignleft" style="width: 109px"><strong><strong><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://misbahzada.files.wordpress.com/2010/03/caxjr1zx.jpg"><img class="size-full wp-image-30" src="http://misbahzada.files.wordpress.com/2010/03/caxjr1zx.jpg?w=477" alt=""   /></a></span></strong></strong><p class="wp-caption-text">ZDIKRULLOH</p></div>
<p><strong> </strong></p>
<p>Semua manusia ingin hidup bahagia mencapai kesempurnaan,yang perlu diketahui adalah kesempurnaan yang hakiki adalah milik Alloh. Manusia memiliki beragam potensi dan bakat yang implementasinya adalah untuk saling melengkapi guna menuju kesempurnaan. Salah satu metode islam dalam membentuk kesemprnaanhidup adalah dengan cara zdikir.</p>
<p>فاذكروني اذكركم واشكرولي ولاتكفرون</p>
<p>Karena itu, maka ingatlah kalian kepadaku maka aku akan menjagamu dan bersyukurlah kepadaku dan jangan jangan kamu berbuat kufur.</p>
<p>Dalam buah pikirannya Drs. Quraisy Syihab dalam khazanahnya yang berjudul “Tasawwuf Sebagai Kritik Sosial / tasawuf as critic social.” Memaparkan bahwa ayat tersebut sering sekali dikutip namun mengamalkannya gampang gampang susah.. ayat ini megingatkan kepada kita bahwa dalam setiap tarikan nafas dan kesadaran, manusia seyognyanya selalu menempatkan Alloh sebagai pelabuhan terahir. Artinya manusia dapat mengingat Alloh dimana saja dan kapan saja selama ia masih berada di atas bumi Alloh</p>
<p>اتّقواالله حيثما كنت</p>
<p>Kita sendiri sering melihat bermacam-macam expresi manusia dalam mengingat Alloh, ada yang menangis, berdiam diri, menyanyi, menari dan ada pula yang melalui bertutur kata.</p>
<p>Dalam konteks zdikrulloh ini, umat islam tidak lepas dari 3 hal yaitu do’a, wirid dan zdikir.</p>
<p><em>Do’a</em> adalah permintaan atau permohonan sesuatu kepada Alloh untuk mendapatkan kebaikan di dunia akherat .</p>
<p><em>Wirid</em> adalah bacaan-bacaan tertentu untuk mendapatkan aliran barokah dari Alloh, dan</p>
<p><em>Zdikir</em> adalah segala gerak gerik dan aktifitas yang berobsesi pada kedekatan/taqorrub kepada Alloh.</p>
<p>Melafadkan / melafalkan kata-kata tertentu yang mengandung unsur ingat kepada Alloh juga termasuk zdikir.</p>
<p>Zdikir sangat penting karena dalam pandangan kesufian ia merupakan langkah pertama cinta kepada Alloh. Zdikir merupakan bentuk komitmen dan kontinuitas untuk meninggalkan kondisi lupa kepada Alloh dan untuk memasuki wilayah <em>musyahadah </em>(persaksian), dan untuk mengalahkan rasa takut bersamaan dengan rasa kecintaan yang mendalam. Zdikir dapat juga dimaknai dalam pengertian &#8220;berlindung kepada Alloh&#8221;. Dapat juga dikatakan dzikir adalah upaya mengingat  Alloh yang dapat dilakukan dengan diam-diam atau bersuara.</p>
<p>Ada dua macam zdikir 1) ذكر باللسان yaitu mengucapkan sejumlah lafad yang dapat menggerakkan hati untuk mengingat Alloh . zdikir dengan pola ini dapat dilakukan pada saat-saat tertentu dan tempat-tempat tertentu pula missal zdikir di masjid sehabis sholat maktubah , atau semacam tahlilan dan lain sebagainya.2) ذكربالقلب  yaitu keterjagaan hati untuk selalu mengingat Alloh, zdikir ini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, tidak ada batasan ruang maupun waktu. Pelaku ahli sufi lebih mengistimewakan zdikir dengan macam ini. Karena implikasinya yang hakiki, meskipun demikian sang zdakir (orang yang berdzikir) dapat mencapai kesempurnaan apabila ia mampu berdzikir dengan lisan sekaligus dengan hatinya</p>
<p>واذكر الله لعلّكم تفلحون</p>
<p>Pada tahap awal pengucapan zdikir memang terasa sebatas lisan, ini bukanlah  suatu yang buruk , hanya saja seorang perlu meningkatkan kualitas zdikirnya hingga benar-benar mengantarkanya pada kondisi musyahadah atas kesucian dan keagungan Alloh. Kontinuitas zdikir mampu membawa  manusia pada satu tahapan yang didalamnya persaksian terhadap Alloh, memenuhi wilayah qolbi. Pada tahap ini zdikir tidak lagi berada diwilayah kesadaran tetapi juga masuk pada wilayah ketidaksadaran, proses zdikir pun berjalan dikala terjaga (sadar), tidur, pingsan, mati suri, bahkan pada saat sakarotulmaut saat menghadapi kematian.</p>
<p>Dengan demikian orentasi zdikir adalah pada penataan  hati atau qolbu. Qolbu atau hati memegang peranan penting dalam kehidupan manusia karena baik atau buruknya aktivitas manusia sangat bergantung pada kondisi hati.</p>
<p>Konsepsi zdikir yang telah tersebut diatas menunjukan bahwa zdikir merupakan pelatihan hati untuk bermusyahadah kepada Alloh. <em> <span style="text-decoration:underline;">Musyahadah</span></em><span style="text-decoration:underline;"> akan membawa manusia kedalam makna dan nilai kehidupan. Hilangnya musyahadah akan membawa manusia kedalam krisis, mulai dari krisis social, krisis structural, hingga krisis moral.</span></p>
<p>Di sinilah peran zdikir yaitu memacu manusia untuk bertindak berdasarkan kemanfaatan dan kemaslahatan.</p>
<p>Abu ma&#8217;ruf al karkhi seorang ulama sufi mengatakan bahwa hidup yang hakiki adalah kepedulian terhadap yang hakiki  dan berpaling dari kepalsuan, jika demikian segala rupa tindakan lahir membutuhkan kejujuran, profesionalisme, serta berorentasi pada kemaslahatan umat manusia.</p>
<p>Dalam konteks ini, kita dapat melihat pribadi pribadi sempurna seperti Umar bin Abdul Aziz yang layak disebut sufi dan sekaligus pemimpin Negara (kholifah) yang berkualitas yang berhasil menjadikan kekuasaanya lebih bermakna bagi kehidupan masyarakatnya, contoh lain jabir Ibnu Hayyan seorang sufi sekaligus ilmuan. Fariduddin Al Atthor seorang sufi dan juga pengusaha. Artinya semua ini apa? Bahwa sanya kesufian seseorang tidaklah menghalangi aktifitas sehari-harinya sebagai manusia biasa yang membutuhkan pemenuhan hidup dan perjuangan membangun cita-cita manusia, baik itu menjadi presiden, duduk di parlemen, pemborong, pembisnis, karyawan dan sebagainya.</p>
<p>Kenyataan ini bukanlah suatu yang ganjil sepanjang manusia mampu menjaga jarak keseimbangan antara ilmu, amal dan kebersihan batin(تصوية القلب) sebagaimana yang ditegaskan dalam Al qur&#8217;an</p>
<p>وليعلم اللذين اوتوا العلم انه الحق من ربك فيؤمنون به فتحبت له قلوبهم،وان الله لهاد اللذين امنوا الى صراط مستقيم  ( الحج = 53)</p>
<p>&#8220;Dan agar orang-orang yang diberi ilmu meyakini bahwa sanya Al qur&#8217;an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan mereka tunduk hati kepadaNya. Dan sesungguhnya Alloh adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus&#8221;.</p>
<p>Walhasil , zdikir dapat membingbing seseorang untuk beraktifitas dengan hatinya, zdikir akan mempersembahkan hati manusia sebagai tempat suci yang didalamnya alam semesta menjelma sebagai bukti-bukti kehadiran Alloh kapan saja dan dimana saja.<em> wallohu a&#8217;alam</em></p>
<p><em>M. Misbakhuddin chamami zada al hafizd</em><em> </em><em>S.Pd.I</em>. pon-pes alhikmah benda</p>
<p><span id="more-26"></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/misbahzada.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/misbahzada.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/misbahzada.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/misbahzada.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/misbahzada.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/misbahzada.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/misbahzada.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/misbahzada.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/misbahzada.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/misbahzada.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/misbahzada.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/misbahzada.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/misbahzada.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/misbahzada.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=26&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://misbahzada.wordpress.com/2010/03/16/manfaat-zdikir-dalam-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7585a814af53d6aef53aa584c5abf72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">misbahzada</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://misbahzada.files.wordpress.com/2010/03/caxjr1zx.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ilmu tajwid</title>
		<link>http://misbahzada.wordpress.com/2010/01/29/ilmu-tajwid/</link>
		<comments>http://misbahzada.wordpress.com/2010/01/29/ilmu-tajwid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 16:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misbahzada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://misbahzada.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[: أحكام تجويد القرآن أ- التجويد: غايته وحكمه وطرق تلقيه ومراتبه -علم التجويد غاية علم التجويد - حقيقة علم التجويد - حكم تعلم التجويد - حكم العمل به - طريقة أخذ علم التجويد على نوعين (أن يسمع الآخذ من الشيخ-أن يقرأ الآخذ في حضرة الشيخ وهو يسمع له) - مراتب القراءة الصحيحة (التحقيق-الحدر-التدوير-الترتيل) ب- حكم [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=15&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;">: أحكام تجويد القرآن</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أ- التجويد: غايته وحكمه وطرق تلقيه ومراتبه</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-علم التجويد</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">غاية علم التجويد</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">- حقيقة علم التجويد</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">- حكم تعلم التجويد</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">- حكم العمل به</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">- طريقة أخذ علم التجويد على نوعين (أن يسمع الآخذ من الشيخ-أن يقرأ الآخذ في حضرة الشيخ وهو يسمع له)</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">- مراتب القراءة الصحيحة (التحقيق-الحدر-التدوير-الترتيل)</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ب- حكم الميم والنون المشدّدتين</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">جـ- أحكام النون الساكنة والتنوين</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الإظهار الحلقي</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الإدغام:(الإدغام بغنة-الإدغام بلا غنة)</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الإقلاب</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الإخفاء</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">د- أحكام الميم الساكنة (الإخفاء الشفوي-الإدغام الشفوي-الإظهار الشفوي)</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">هـ- الإدغام</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إدغام المتماثلين</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إدغام المتجانسين</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إدغام المتقاربين</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حكم لام أل التعريف</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">و- المدود</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أ- أقسام المد</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">المد الطبيعي</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">المد الفرعي</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1المد بسبب الهمز: مد البدل- المد المتصل-المد المنفصل</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2المد بسبب السكون:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">سكون عارض</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">سكون لازم (كلمي مخفف مثقل و يلحق به مد الفرق-الحرفي مخفف مثقل)</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">لواحق المد :مد العوض-مد التمكين-مد اللين-مد الصلة (أ- مد الصلة الكبرى ب- مد الصلة الصغرى)</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ز- أحكام الراء</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">التفخيم</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الترقيق</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">جواز الترقيق والتفخيم</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حـ- صفات الحروف</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الأول: الصفات التي لا ضد لها</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الصفير</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">القلقة</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">اللين</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الانحراف</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">التكرير</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">التفشي</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الاستطالة</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الثاني الصفات التي لها ضد:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الهمس والجهر</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الشدة والرخاوة</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الاستعلاء والاستفال</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الإطباق والانفتاح</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الإذلاق والإصمات)</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ط- أحكام متفرقة (الروم-الإشمام-سجود التلاوة-السَّكتات- آداب قراءة القرآن- فضائل تلاوة القرآن من كلام خير الأنام صلى الله عليه وسلم.)</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أ- التجويد: غايته وحكمه وطرق تلقيه ومراتبه</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">- علم التجويد: علم يعرف به كيفية النطق بالكلمات القرآنية.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وتجويد الحروف هو الإتيان بها جيدة اللفظ تطابق أجود نطق لها وهو نطق رسول الله صلى الله عليه وسلم.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">- غاية علم التجويد: بلوغ الإتقان في تلاوة القرآن. أو هو: صون اللسان عن اللحن في تلاوة القرآن.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-حقيقة علم التجويد: إعطاء كل حرف حقه ومستحقه في النطق، وإتقان الحروف وتحسينها وخلوها من الزيادة والنقص والرداءة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-حكم تعلّم التجويد: فرض كفاية على المسلمين ، إذا قام به البعض سقط عن الكل.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-حكم العمل به: فرض عين على كل مسلم ومسلمة من المكلفين عند تلاوة القرآن.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-طريقة أخذ علم التجويد على نوعين :</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أن يسمع الآخذ من الشيخ، وهي طريقة المتقدمين.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أن يقرأ الآخذ في حضرة الشيخ وهو يسمع له ويصحح.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">والأفضل الجمع بين الطريقتين.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">- مراتب القراءة الصحيحة:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 التحقيق: لغة: هو المبالغة في الإتيان بالشيء على حقيقته من غير زيادة فيه ولا نقص عنه، فهو بلوغ حقيقة الشيء والوقوف على كنهه، والوصول إلى نهاية شأنه.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">واصطلاحا: إعطاء الحروف حقها من إشباع المد وتحقيق الهمز وإتمام الحركات وتوفية الغنات وتفكيك الحروف وهو بيانها، وإخراج بعضها من بعض بالسكت والتؤدة، والوقف على الوقوف الجائزة والإتيان بالإظهار والإدغام على وجهه.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2 الحدر: لغة: مصدر من حَدَرَ يُحدر إذا أسرع، أو هو من الحدر الذي هو الهبوط، لأن الإسراع من لازمه.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">واصطلاحا: إدراج القراءة وسرعتها مع مراعاة أحكام التجويد من إظهار وإدغام وقصر ومد، ومخارج وصفات.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-3 التدوير: فهو عبارة عن التوسط بين مرتبتي التحقيق والحدر</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-4الترتيل: لغة: مصدر من رتل فلان كلامه، إذا أتبع بعضه بعضا على مكث وتفهم من غير عجله.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">واصطلاحا: هو قراءة القرآن بتمهل وتؤدة واطمئنان وإعطاء كل حرف حقه من المخارج والصفات والمدود.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ب- حكم الميم والنون المشدّدتين</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">عند لفظ ميم مشددة ينبغي إظهار الغنة مقدار (1) مقدار حركتين (2) مثل: أمّا، ثمَّ ، عمّ ، أمّن.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">عند لفظ نون مشددة ينبغي إظهار الغنة مقدار حركتين مثل: إنّ، إنّا، {من الجِنَّة والنّاس} .</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">جـ- أحكام النون الساكنة والتنوين</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 الإظهار الحلقي:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-الإظهار: هو إخراج الحرف الساكن من مخرجه من غير وقف ولا سكت ولا تشديد.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-حروفه: الهمزة والهاء والعين والحاء والغين والخاء، وهي مجموعة في أوائل الكلمات</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">التالية: ( أخي هاك علماً حازهُ غير خاسر ). وتسمى هذه الحروف حروف الحلق، لأن مخرجها هو الحلق، ولذا سمي الحكم: الإظهار الحلقي.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">طريقة النطق: نظهر النون الساكنة أو التنوين قبل:(الهمزة والهاء والعين والحاء والغين والخاء).</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله : 1- ن+ أ : {مِنْ آيَاتِنَا}، {مَنْ أَرَادَ}، {مَرَّةً أُخْرَى}، {مِلْحٌ أُجَاجٌ}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ن + هـ: {عَنْهُمْ}، {مِنْهُمْ}، {إِنْ هُمْ}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ن + ع: {إنْ عُدْنا}، {أنْعَمْتَ}، {يومٌ عَسيرٌ}، {إثْماً عَظيماً}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ن + ح: {منْ حَوْلِهِمْ}، {شَيءٌ حَفيظٌ} ، {أُسْوَةٌ حَسَنَة}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ن + غ: {مِنْ غَيْرِ}، {عملٌ غَيْر صالِح}، {منْ عذابٍ غَليظ}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ن + خ: {مَنْ خَلَقَ}، {كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">_____________________</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الغنة : صوت خفيف يخرج من الأنف لا عمل للسان به .</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الحركة : هي الوحدة القياسية لتقدير زمن المد والغنة، أو مقدار طيّ اليد وفتحها .</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2 الإدغام: هو دمج النون الساكنة أو التنوين بحرف من حروف الإدغام بحيث يصيران حرفاً واحداً مشدداً، هو حرف الإدغام. حروف إدغام النون ستة: تجمعها كلمة (يرملون).</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ينقسم الإدغام إلى قسمين :</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">القسم الأول: الإدغام بغنة: يكون عند التقاء النون الساكنة أو التنوين عند أحرف كلمة : ( ينمو).</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">كيفيته: أن تدغم النون فلا تقرأ، بل يشدد الحرف الذي يليها، وتظهر الغنة على هذا الحرف المشدد مقدار حركتين . مثاله:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ن + ي: {إِنْ يَرَوْا} ، {فِئَةٌ يَنصُرُونَهُ} وتقرآن: &#8221; أيّروا &#8221; ، &#8221; فِئَتينْصرونه &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ن + و: {مِنْ وَالٍ}، {إِيمَانًا وَهُمْ} وتقرآن: &#8221; مِوَّال &#8220;،&#8221; إيمانَوَّهم&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ن + م: {مِنْ مَاءٍ}، {صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا} وتقرآن: &#8221; مِمَّاء &#8221; ، &#8221; صراطمّسْقيماً &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ن + ن: {إِنْ نَحْنُ}، {مَلِكًا نُقَاتِلْ} وتقرآن: &#8221; إنَّحن&#8221;، &#8220;مَلِكنُّقاتل&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ملاحظة: إذا وقع حرف الإدغام بعد النون الساكنة في كلمة واحدة، فلا يصح الإدغام، بل يجب إظهار النون الساكنة وقد وقع ذلك في القرآن بأربع كلمات هي: {دُنْيا}، {قنْوان} ، {بُنْيان}، {صِنْوان}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ملاحظة: في موضعين من القرآن الكريم تظهر النون الساكنة عند الواو ولا تدغم بها وهما: {يس والقُرآنِ الحَكيم} تقرأ: &#8220;ياسين والقرآن الحكيم&#8221;. {ن والقلم} تقرأ: &#8220;نونْ والقلم&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">القسم الثاني: الإدغام بلا غنة: يكون عندما تقع النون الساكنة أو التنوين قبل حرف اللام والراء مثاله:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ن+ ل: {أَنْ لَوْ} فتقرأ : &#8221; الّو &#8221; {أنْداداً لِّيُضِلُّوا} فتقرأ: &#8221; أندادَ لِّيضلوا &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ن + ر: {مِنْ رَب} فتقرأ : &#8221; مِرَّب &#8220;. {بشر رسولاً} فتقرأ: &#8221; بَشَرَ رَّسولاً &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-3 الإقلاب: هو قلب النون الساكنة أو التنوين ميماً قبل الباء مع مراعاة الغنة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حرفة: الباء</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">كيفيته: عند ورود نون ساكنة أو تنوين وبعد هما باء، سواء في كلمة واحدة أو كلمتين، تقرأ النون ميماً، يبقى صوت الغنة على الميم مقدار حركتين.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{من بعد} تقرأ : &#8221; مِمْبَعد &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{بسلطان مبين}: تقرأ: &#8221; بسلطنمبين &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{سميعٌ بصير}: تقرأ: &#8221; سميعمبصير &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{بشراً مبين}: &#8221; تقرأ: &#8221; بشرمبين &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{لينبذن}: تقرأ: &#8221; ليمبَذنّ &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{أنبآء}: تقرأ: &#8221; أمباء &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-4 الإخفاء: هو حالة بين الإظهار و الإدغام عار عن التشديد مع بقاء الغنة في الحرف الأول.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروفه: سائر حروف الهجاء عدا حروف الإظهار، والإدغام، وحرف الإقلاب وهي مجموعة في أوائل البيت التالي:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">صِفْ ذَا ثَنَاكَمْ جَاء شخصٌ قد سَمَا دمٌ طيباً زدْ في تقىً ضعْ ظالماً.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">كيفيته: عند ورود حرف الإخفاء بعد النون الساكنة أو التنوين تلفظ النون مسموعة من الأنف ولا تشدد، ولا يشدد حرف الإخفاء الذي يليها .</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ويكون الإخفاء في كلمة أو كلمتين مثاله:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ص: {انْصُرْنا}، {ولمن صَبَرَ}، {بريح صَرْصَر}، {ونخيلٌ صِوان}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ذ: {منذ}، {من ذا}، {وكيلاً ذريةً}، {ظل ذي}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ث: {الأنثى}، {أن ثبتناك}، {شهيداً ثم}، {نطفةٍ ثم}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ك: {فانكحوا}، {وإنْ كانت}، {علواً كبيراً}، {شيءٍ كذلك}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ج: {أنجيناه}، {من جاء}، {رُطباً جنياً}، {فصبرٌ جميل}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ش: {أنشره}، {ممن شهد}، {جباراً شقياً}، {ركنٍ شديد}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ق: {تنقمون}، {من قبل}، {رزقاً قالوا}، {عذابٌ قريب}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">س: {الإنسان}، {ولئن سألتهم}، {قولاً سديداً}، {فوجٌ سألهم}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">د: {أنداداً}، {وما من دابة}، {كأساً دهاقاً}، {يومئذ دُبُره}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ط: {انطلقوا}، {من طبيات}، {حلالاً طيباً}، {كلمة طيبة}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ز: {أنزل}، {فإن زللتم}، {نفساً زكية}، {يومئذ رزقاً}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ف: {ينفقون}، {فان فاؤوا}، {عاقراً فهب}، {لاتيةٌ فاصفح}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ت: {أنت}، {وان تصبروا}، {حلية تلبسونها}، {يومئذ تُعرضون}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ض: {منضود}، {ومن ضل}، {قوماً ضالين}، {قوةٍ ضعفاً}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ظ: {انظروا}، {من ظهير}، {ظلاً ظليلاً}، {سحابٌ ظلمات}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ملاحظتان:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 عند إجراء عملية الإخفاء نحاول أن نُخرج الإخفاء من مخرج الحرف الذي يلي النون الساكنة أو التنوين. ومعرفة مخرج الحرف تكون بوضع الهمزة قبل هذا الحرف وتسكين الحرف. مثال: أصْ، أذْ، أثْ، أكْ، أجْ، أشْ ، أقْ ، أسْ ، أدْ، أطْ، أزْ، أفْ، أتْ، أضْ، أظْ.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2 يأخذ الإخفاء صفة الحرف الذي يلي النون الساكنة، يعني هذا أن الإخفاء يكون مفخما إذا كان الحرف الذي يلي النون الساكنة أو التنوين مفخماً. مثاله: {من طيبات}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وإذا كان الحرف الذي يلي النون الساكنة أو التنوين مرققاً، فعندئذ يكون الإخفاء مرققا. مثاله: {من ذا الذي}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">د- أحكام الميم الساكنة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 الإخفاء الشفوي: هو أن تأتي الميم الساكنة في آخر الكلمة، ويأتي بعدها حرف الباء، فعندئذ تخفى الميم الساكنة بالباء مع بقاء الغنة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {وهمْ بالآخرة}، {ترميهمْ بحجارة}، {أنتمْ به}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2الإدغام الشفوي: هو أن تأتي آخر الكلمة ميم ساكنة وتأتي بعدها ميما متحركة، فعندئذ تدغم الميم الساكنة بالمتحركة لتصبحا ميما واحدة مشددة تظهر عليها الغنة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {في قلوبهم مرض} تقرأ: &#8221; في قلوبهمّرض.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{جاءكم من}، تقرأ: &#8221; جاءكمِّن&#8221; .</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{أزواجهم مثل} تقرأ: &#8221; أزواجهمّثل.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-3الإظهار الشفوي: هو أن يأتي بعد حرف الميم الساكنة حروف الهجاء ما عدا الباء والميم في كلمة واحدة أو في كلمتين. ويكون أشد إظهاراً بعد الواو أو الفاء، لاتحاد مخرج الميم مع الواو، وقرب مخرجها مع الفاء.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {ذلكم خير لكم}، {وإن كنتم على}، {ولكم فيها}، {عليهم ولا الضالين}،</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{عليهم فيها}، {ذلكم حكم}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">هـ- الإدغام.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1إدغام المتماثلين: إذا التقى حرفان متماثلان أولهما ساكن والثاني متحرك أدغم الأول في الثاني.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {ما لكم من}، {من نزّل}، {بل لا}، {ما كانت تعبد}، {اضرب بعصاك}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{اذهب بكتابي}، {يدرككم}، {إذْ ذَهَبَ}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ملاحظات:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1يجوز الإدغام والإظهار مع السكت.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">والإظهار أرجح في قوله: {مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَه * هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَه} [الحاقة: 28-29] فتقرأ على الإدغام &#8221; ما لِيهّلَكَ &#8221; أو تظهر {ماليهْ * هلك} ويوقف على الهاء الأولى وقفة خفيفة من غير قطع نفس.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2إذا كان الحرف الأول واواً أو ياءً وبعدهما مثلهما متحركان فلا إدغام فيهما.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {آمنوا وعملوا}، {الذي يوسوس}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-3وأما إذا كان الأول حرف لين، فيدغم في المماثل.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {والذين آووا ونصروا} فتقرأ: &#8220;آوَوّ نصروا&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2 إدغام المتجانسين: ويكون عندما يتفق الحرفان مخرجا (1) ويختلفان صفة، ويكون في الأحرف التالية:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أ- التاء الساكنة: تدغم التاء الساكنة- بلا غنة- في موضعين: إذا جاء بعدها دال أو طاء.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ت+ د {أثقلت دعوا} تقرأ: &#8221; أثقلَتْدَّعَوا.&#8221; {أجيبتْ دعوتكما} تقرأ: &#8221; أُجيبَدَّعوتكما&#8221;</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ت+ ط: {همت طائفتان} تقرأ: هَمّطَّائفتان&#8221;. {قالت طائفة} تقرأ: قالَطَّائفة&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ب- الدال الساكنة: تدغم الدال الساكنة -بلا غنة &#8211; إذا جاء بعدها تاء.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 د+ ت: {قدْ تَبَين} تقرأ: &#8221; قَتَّبين&#8221; . و{ومَهّدْتُ} تقرأ: &#8221; ومَهّتّ. {لقد كِدْت} تقرأ: &#8221; لقدْكِتَّ &#8220;</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">جـ- الباء الساكنة: تدغم الباء الساكنة في الميم بعدها مع مراعاة الغنة في مكان واحد في القرآن هو: {يا بني اركبْ معنا} [ هو: 42 ] تقرأ: &#8221; اركمّعنا &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">د- الذال الساكنة: تدغم الذال الساكنة &#8211; بلا غنة &#8211; إذا جاء بعدها حرف الظاء:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 ذ + ظ: {إذ ظلمتم} تقرأ &#8221; إظَّلَمْتم &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">هـ &#8211; الثاء الساكنة: تدغم الثاء الساكنة &#8211; بلا غنة &#8211; إذا جاء بعدها حرف الذال.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 ث + ذ: {يلهثْ ذلك} تقرأ: &#8221; يلهّذَّلك &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">و- الطاء الساكنة: تدغم الطاء الساكنة &#8211; بلا غنة &#8211; إذا جاء بعدها تاء.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">______________________________</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">المخرج : هو محل خروج الحرف عند النطق به .</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 ط+ ت: {أحطّت} تقرأ: &#8221; أحَتُّ &#8220;. {بسطت}. تقرأ: &#8221; بسَتّ &#8221; {فرطتم} تقرأ: &#8221; فرَتّم &#8220;.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ملاحظة: تبقى في هذه الحالة صفة التفخيم للطاء المدغمة ومن أجل ذلك يسمى إدغاماً ناقصاً.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-3 إدغام المتقاربين: إذا تقارب الحرفان مخرجاً وصفة، وكان الأول منهما ساكناً، وجب إدغامه في الثاني &#8211; بلا غنة &#8211; وذلك في حالتين:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">اللام في الراء: مثل: {قلْ رب} تقرأ: &#8221; قُرَّب &#8220;</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">القاف مع الكاف: مثل: {المْ نخلقْكُم} تقرأ: &#8221; نَخْلُكّمْ &#8220;. يجوز في هذه الحالة إبقاء صفة تفخيم القاف فيكون الإدغام ناقصاً أو حذف هذه الصفة ويكون الإدغام كاملاً.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وتظهر جميع الأحرف الساكنة التي لم ترد لها أحكام خاصة عند بعضها البعض، وينبغي الانتباه إلى إظهار ما يلي:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الضاد الساكنة عند الطاء في نحو: {ممن اضطر}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الضاد الساكنة عند التاء في نحو: {فإذا أفضتم}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الظاء الساكنة عند التاء في نحو: {سواءٌ علينا أوَعظت}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الدال الساكنة عند الكاف، نحو: {لقدْ كدت}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حكم لام ال التعريف:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">للام التعريف الداخلة على الأسماء حكمان أولهما وجب الإظهار قبل الأحرف القمرية المجموعة في قولهم: &#8220;ابغِ حجك وخف عقيمه&#8221; والثاني وجوب الإدغام قبل الأحرف الشمسية والتي هي في أوائل كلمات هذا البيت:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">طب ثم صل رحماً تفز صف ذا نعم دع سوء ظن زر شريفاً للكرم</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">و- المدود</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">المد: هو إطالة زمن جريان الصوت بحرف المد.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروف المد ثلاثة:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الألف الساكنة المفتوح ما قبلها:َ ا.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الواو الساكنة المضموم ما قبلها: ُ و.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الياء الساكنة المكسور ما قبلها: ِ ي.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وهذه الحروف الثلاثة متضمنة في كلمة واحدة هي:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">نوحيها.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أ &#8211; أقسام المد:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 المد الطبيعي أو الأصلي: هو ما لا تقوم ذات الحرف إلا به، ولا يتوقف على سبب همز</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">بعده أو سكون، مثاله: نوحيها. ومقدار مده حركتان، ولا يجوز الزيادة أو النقصان عن الحركتين.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2 المد الفرعي: هو ما زاد على المد الأصلي، ويكون بسبب اجتماع حرف المد بهمز بعده أو سكون.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">فالهمز والسكون سببان للمد الفرعي، فعليه يكون المد الفرعي نوعان: مد بسبب الهمز، ومد بسبب السكون.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 المد بسبب الهمز:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أ- إن كان الهمز قبل حرف المد فيسمى مد البدل: وسمي بدلاً لأن حرف المد فيه بُدل من الهمزة الساكنة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {ءامنوا}، {أيماناً}، {أُوتوا}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ب- إن كان الهمز بعد حرف المد: فهو نوعان:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">المد المتصل: هو أن يأتي حرف المد والهمز بعده في كلمة واحدة ويسمى المد الواجب المتصل. ويمد خمس حركات.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {إذا جآءَ نصر الله والفتح}، {وأحاطت به خطيئته}، {سُوءَ العذاب}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">المد المنفصل: هو أن يأتي حرف المد في آخر كلمة، والهمز بعده في كلمة أخرى تليها، ويسمى المد الجائز. ويمد خمس حركات، ونستطيع أن نقصره إلى حركتين.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {يا أيها}، {الذي أنزل}، {توبوآ إلى الله}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ملاحظة: يمنع مد الألف في كلمة ( أنا ) حيثما وجد إلا في حالة الوقف، نحو: {قال أنا أحي وأميت}، {وأنا أعلم}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2 المد بسبب السكون: وهو نوعان:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أ- سكون عارض: وهو أن يكون الحرف قبل الأخير من الكلمة حرف مد، والحرف الأخير متحرك، فإن درجنا الكلام ووصلنا الكلمة بما بعدها كان المد طبيعياً، وإن وقفنا على الحرف الأخير بالسكون صار المد الذي قبل الحرف الأخير مداً بسبب السكون العارض ويسمى: مداً عارضاً للسكون. يمد ست حركات، أو أربع، أو حركتان .</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {إن الله شديد العقاب}، {قد أفلح المؤمنون}. {الحمد لله رب العالمين}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ب- سكون لازم: وهو أن يأتي بعد الحرف المد سكون لازم وصلاً ووقفاً في كلمة واحدة، ومقدار مده ست حركات. وهو نوعان:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 كلمي: وهو أن يأتي بعد حرف المدحرف ساكن في كلمة، فإن أدغم (أي كان الحرف الذي بعد المد مشدداً) فيسمى مثقلاً.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">نحو: {ولا الضآلّين}، {الحآقّة}، {دابّة}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ويلحق به مد الفرق، وهو عندما تدخل همزة الاستفهام على اسم معرف ب : &#8220;ال&#8221; التعريف، تبدل ألف &#8220;ال&#8221; التعريف، ألفاً مدية ليفرق بين الاستفهام والخبر.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{آلذَّكرين}، {قل ءآللهُ أذِنَ لكم}، {ءآللهُ خيرٌ أمّا تشركون} وإن لم يدغم (أي إن كان الحرف الذي بعد المد ساكناً غير مشدَّد) فيسمى مخففاً.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {آلآن وقد}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2الحرفي: يوجد في فواتح بعض السور، في الحرف الذي هجاؤه ثلاث أحرف أوسطها حرف مد والثالث ساكن. وحروفه مجموعة في: {بل كم نَقص} فإن أدغم سمي مثقلاً. مثاله: {آلم}، {المر}، {طسم}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وإن لم يدغم سمي مخففاً. مثاله: {ن والقلم}، {ق والقرآن}، {المص}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ملاحظة: حرف العين في فواتح السور يجوز أن يمد ست حركات، ويجوز أن يمد أربع حركات لأن الياء فيه ليست مدية بل هي حرف لين.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ب- لواحق المد</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 مد العِوض: ويكون عند الوقف على التنوين المنصوب في آخر الكلمة، فيقرأ ألفاً عوضاً عن التنوين، ويمد مقدار حركتين، وإذا لم يوقف عليه فلا يمد.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {أجراً عظيماً}، {عفواً غفوراً}، {إلا قليلاً}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">يشترط في هذا المد أن يكون الحرف المنوّن غير التاء المربوطة والألف المقصورة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2 مد التمكين: هو ياءان أولاهما مشددة مكسورة والثانية ساكنة، وسمي مد تمكين لأنه يخرج متمكناً بسبب الشدة، ويمد مقدار حركتين.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {حُييتم}، {النبيين}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مد اللين: وهو مد حرفي المد: الياء والواو الساكنتان، المفتوح ما قبلها، والساكن ما</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">بعدها سكوناً عارضاً في حالة الوقف. ويمد حركتين أو أربع، أو ست.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {قريش}، {عليه}، {البيت}، {خوف}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-4 مد الصلة وينقسم إلى كبرى وصغرى:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 مد الصلة الكبرى وهو مد هاء الضمير الغائب المفرد المذكر مضمومة أو مكسوره الواقعة بين متحركين (أي أن الحرف الذي قبلها من نفس الكلمة كان متحركاً والحرف الذي بعدها من الكلمة التي تليها كان متحركاً أيضاً) تشبع ضمه الهاء ليتولد عنها واو مدية أو تشبع كسرة الهاء ليتولد عنها ياء مدية، وتمد خمس حركات، ونستطيع أن نقصرها إلى حركتين كالمنفصل، وذلك إذا جاء بعدها همز.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {وهو يحاوره أنا}، {وله أجر}، {به أحداً}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ب- مد الصلة الصغرى: وهو مد هاء الضمير الغائب المفرد المذكر… وتمد مقدار حركتين إن لم يأتي بعدها همز.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله: {أعّذبه عذاباً}، {قلته فقد علمته}، {بكلمته ويقطع}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ويستثنى منه فلا يمد: {يرضه لكم} [الزمر: 7].</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ملاحظة: تقرأ: {فيه مهانا} [الفرقان: 69] بمد صلة على خلاف القياس مع أنها لم تقع بين متحركتين.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">تنبيه: إذا اجتمع مدان من جنس واحد حالة القراءة وجب التسوية بينهما.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">كان يجتمع المنفصل مع مثله أو مع مد الصلة الكبرى أما المد العارض للسكون أو اللين فلا تجب التسوية لا في العارض مع مثله ولا في اللين مع مثله ولا عند اجتماع العارض واللين.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مثاله:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">قوله تعالى: {من السمآء مآء}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">قوله تعالى: {فقالوا أبشراً منا واحداً نتبعُه إنآ إذا}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ملاحظات عامة:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أقوى المدود: اللازم، فالمتصل، فالعارض للسكون، فالمنفصل، فالبدل.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا اجتمع سببان من أسباب المد قوى وضعيف، عمل بالقوى، نحو: {ولا آمّين}:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">مد بدل ومد لازم، فيعمل باللازم. ونحو: {وجاءوا أباهم}: بدل ومنفصل، فيعمل بالمنفصل.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا وقع حرف المد في آخر الكلمة وأتى بعده حرف ساكن حذف حرف المد في الوصل نحو: {وقالوا اتخذ}، {لصالوا الجحيم}، {حاضري المسجد الحرام}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ز- أحكام الراء.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ينبغي الاحتراز عن التكرير في لفظ الراء .</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وكيفية الاحتراز عن التكرير بأن تلصق ظهر اللسان بأعلى الحنك لصقاً محكماً وتلفظ الراء مرة واحدة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">للراء عند اللفظ بها إحدى حالتين: الترقيق والتفخيم:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">التفخيم: هو سِمَن يدخل على صوت الحرف حتى يمتلىء الفم بصداه</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروفه: (خُصّ ضَغْطٍ قِظْ) وتسمى أيضاً حروف الاستعلاء.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">تفخم الراء في الحالات التالية:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا كانت مفتوحة أو مضمومة نحو: {رَبّنا}، {رُزقنا}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا كانت ساكنة وقبلها فتح أو ضم (ولا عبرة للسكون الفاصل ) نحو: {خردل}، {القّدْر}، {الأمُورْ}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا كانت ساكنة وقبلها كسر عارض نحو: {ارْجِعوا إلى أبيكم}، {أمْ أرْتابوا}، {لِمَنْ ارتضى}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا كانت ساكنة وقبلها كسر أصلي وبعدها حرف استعلاء غير مكسور في كلمة واحدة نحو: {مِرْصادا}، {قِرْطاس}، {فِرْقة}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الترقيق: هو النطق بالحرف نحيفاً غير ممتلىء الفم بصداه.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروفه: كل حروف الهجاء ما عدا حروف الاستعلاء، وتسمى حروفه أيضاً حروف الاستفال.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ترقق الراء في الحالات التالية:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا كانت مكسورة نحو {رِزقاً}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا كانت ساكنة وقبلها ياء ساكنة نحو: {خيْر}، {قديْر}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا كانت ساكنة وقبلها كسر (ولا عبرة للسكون الفاصل) وليس بعدها حرف استعلاء</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">غير مكسور نحو: {أنِذرهم}، {فِرْعون}، {مِريْة}، {السِّحْر}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">جواز الترقيق والتفخيم .</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا سكنت الراء في آخر الكلمة وكان الساكن الفاصل بينهما وبين الكسر حرف مفخّم ساكن مثل {مِصْر} {قِطْر}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا كانت الراء ساكنة وقبلها كسر أصلي وبعدها حرف استعلاء مكسور ففيها الوجهان مثل {فِرْقٍ}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">في حالة الوقف على هذه الكلمات: {فأسْرِ}، {أن أسرِ} حيثما وردت في القرآن. وكلمة {يَسْر}. وكلمة {وَنُذْر}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ملاحظة: حروف الاستعلاء من حيث قوة التفخيم على الترتيب التالي: الطاء ، فالضاد، فالصاد، فالظاء، فالقاف، فالغين، وفالخاء. وأقوى تفخيماً إذا كان حرف الاستعلاء مفتوحاً، بعده ألف نحو: {طائفة} ثم المفتوح وليس بعده ألف نحو: {طَبَعَ}، ثم المضموم نحو: {طُوبَا}، ثم المكسور نحو: {طِبتُم}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حـ &#8211; صفات الحروف</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">تعريف الصفة: ما قام بالحرف من صفات تميزه عن غيره كالجهر والشدة، وغير ذلك من الصفات اللازمة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وتنقسم إلى قسمين:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الأول: الصفات التي لا ضد لها:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 الصفير: وهو صوت زائد يصاحب أحرفه الثلاثة، وسميت بالصفير لأنك تسمع لها صوتاً يشبه صفير الطائر. وحروفه ثلاثة: (ص، س، ز).</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2 القلقلة: وهو اضطراب المخرج عند النطق بالحرف ساكناً حتى يسمع له نبرة قوية، والسبب في هذا الاضطراب والتحريك شدة حروفها لما فيها من جهر وشدة، وحروفها: (قُطُبُ جَدٍ).</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وأعلى مراتب القلقة الطاء، وأوسطها الجيم، وأدناها الباقي. ويجب بيانها في حالة الوقوف أكثر، وخاصة حالة الوقف على الحرف المشدد، نحو: {بالحقِّ}.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أمثلة:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{مريجْ} {يَجْعلون}</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{بعيدْ} {يَدْعون}</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{واقْ} {يَقْطعون}</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{محيطْ} {يَطْمعون}</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">{عذابْ} {لَتُبلون}</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-3 اللين: وهو إخراج الحرف في لين وعدم كلفة على اللسان نحو: {البيت}، {خوف}. وحروفه الواو والياء المفتوح ما قبلهما.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-4 الانحراف: وهو ميلان الحرف في مخرجه حتى يتصل بمخرج غيره، فميلان اللام يكون من طرف اللسان وميلان الراء يكون من ظهره وحروفه: اللام والراء.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-5 التكرير: هو ارتعاد رأس اللسان عند النطق بالحرف، وتوصف الراء بالتكرير لقابليتها له إذا كانت مشددة، ثم إن كانت ساكنة. وحرف التكرار هو الراء.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وينبغي تجنب تكرير الراء، بأن يلصق لافظها ظهر اللسان بأعلى الحنك لصقاً محكماً، بحبث تخرج الراء مرة واحدة ولا يرتعد اللسان بها.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-6 التفشي: حرفه الوحيد هو الشين.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ومعنى التفشي: انتشار خروج النفس بين اللسان والحنك وانبساطه في الخروج عند النطق بالحرف. ووصفت الشين بهذه الصفة لأنها تنبث وتنتشر في الفم عند النطق بها لرخاوتها.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-7 الاستطالة: حرفها الوحيد هو الضاد.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">معنى الاستطالة: امتداد الصوت من أول حافة اللسان إلى آخرها.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وعند نطق &#8220;ا ض&#8221; ينطق اللسان على سقف الحنك تدريجياً من الأمام إلى الخلف، ويتخامد الصوت ويبقى جريانه يسمع متضائلاً مدة أقل من الحركتين بقليل، ويخرج من إحدى حافتي اللسان أو من كلتيهما معاً.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">الثاني: الصفات التي لها ضد:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1 الهمس والجهر:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروف الهمس عشر تجمعها جملة: فحثَّه شخص سكت.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وحروف الجهر: باقي الحروف يجمعها: عَظُمَ وَزْن قارىء ذي غضّ جِدّ طَلَب.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">معنى الهمس: جريان النّفَس عند النطق بالحرف لضعف الاعتماد على المخرج.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">معنى الجهر: انحباس جريان النّفَس عند النطق بالحرف لقوة الاعتماد على المخرج.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2الشدة والرخاوة:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروف الشدة: ثمانية تجمعها: أجِدْ قَطٍ بَكَتْ.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروف التوسط بين الشدة والرخاوة خمسة يجمعها قولهم: لِنْ عُمر، حروف الرخاوة : باقي الحروف وهي : ح، خ، ذ، ز، ث، س، ش، ا، ص، ض، و، غ، ف، هـ، ي.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ومعنى الشدة: انحباس جري الصوت عند النطق بالحرف.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ومعنى الرخاوة: جريان الصوت مع الحرف.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">أما التوسط فلا ينحبس الصوت عند النطق بأحد حروفه كانحباسه في أحرف الشدة ولا هو يجري كجريانه مع أحرف الرخاوة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">إذا انحصر صوت الحرف في مخرجه انحصاراً تاماً، فلا يجري جرياناً أصلاً ، سمي شديداً ، فإنك لو وقفت على قولك: &#8221; الحج&#8221; وجدت صوتك راكداً محصوراً. حتى لو أردت مد صوتك لم يمكنك.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وأما إذا جرى جرياناً تاماً ولم ينحصر أصلاً، فإنه يسمى رخواً كما في &#8221; الطش&#8221;. فإنك لو وقفت عليها وجدت صوت الشين جارياً تمده إن شئت.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وأما إذا لم يتم الانحصار ولا الجري فيكون متوسطاً بين الشدة والرخاوة كما في &#8221; الظل&#8221; فإنك لو وقفت عليه وجدت الصوت لا يجري مثل جري &#8221; الطش &#8221; ولا ينحصر مثل انحصار &#8221; الحج&#8221; بل يخرج على حد الاعتدال بينهما.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-3 الاستعلاء والاستفال:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروف الاسعلاء سبعة، يجمعها قولهم: خُصَّ ضَغْطٍ قِظْ.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروف الاستفال باقي الحروف، يجمعها قولهم: ثَبَتَ عِزّ مّنْ يُجَوّدْ حَرْفَهُ إذ سَلَّ شَكا.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">معنى الاستعلاء: ارتفاع اللسان عند النطق بالحرف إلى الحنك الأعلى.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">معنى الاستفال: انحطاط اللسان عند خروج الحرف إلى قاع الفم.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-4 الإطباق والانفتاح:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروف الإطباق: ص، ض، ط، ظ.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حرف الانفتاح: باقي الحروف.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">معنى الإطباق: هو إلصاق اللسان بالحنك الأعلى عند النطق بالحرف.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">معنى الانفتاح: هو افتراق اللسان عن الحنك الأعلى، وعدم التصاقه به حال النطق بالحرف.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-5الإذلاق والإصمات:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروف الإذلاق: ستة مجموعة في قولهم: فر من لب.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">حروف الإصمات: باقي حروف الهجاء.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وسميت حروف الذلاقة لسرعة النطق بها وخروجها من طرف اللسان.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وسميت حروف الإصمات بهذا لامتناع انفراد هذه الحروف أصولاً في الكلمات الرباعية أو الخماسية، فلا بد من وجود حرف أو أكثر من حروف الإذلاق في الكلمات الرباعية أو الخماسية، فإن أنت لم تجد في كلمة رباعية الأصل أو خماسية حرف إذلاق فاحكم بأنها كلمة غير عربية.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ملاحظة: الصفات المتقدمة منها قوي ومنها ضعيف.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1الصفات القوية: وهي: الجهر، والشدة، والاستعلاء، والاطباق، والاصمات، والصفير ، والقلقلة، والتكرير، والانحراف، والتفشي، والاستطالة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2الصفات الضعيفة: وهي: الهمس، والرخاوة، والاستفال،والانفتاح ،والاذلاق، واللين.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">ط-أحكام متفرقة:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-1الروم: هو إضعاف الصوت بالحركة ( الضمة أو الكسرة) حتى يذهب معظم صوتها، فيسمع لها صوت خفي يسمعه القريب المصغي دون البعيد، لأنها غير تامة.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-2الاشمام: هو ضم الشفتين بُعَيْدَ الإسكان إشارة إلى الضم مع بعض انفراج بينهما ليخرج منه النفس، ولا يدرك لغير البصير. لأنه يسمع ولا يرى.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وتشم النون في قوله تعالى: {يَا أَبَانَا مَا لَكَ لا تَأْمَنَّا عَلَى يُوسُفَ} [يوسف: 11] إشعارا بحذف حركة النون الأولى: تأمننا.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">-3 السّكتات:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">السكت هو قطع الصوت عند القراءة بدون تنفس مقدار حركتين. يجب السكت في أربعة مواضع على قراءة حفص:</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">قوله تعالى: {وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا * قَيِّمًا لِيُنذِرَ بَأْسًا…} [الكهف: 1-2].</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">قوله تعالى: {قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَانُ} [يس: 52].</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">قوله تعالى: {وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ} [القيامة :27].</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">قوله تعالى: {كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} [المطففين: 14].</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#339966;">وجاز في {ما أغنى عني ماليه * هلك} الوجهان السكت والإدغام.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/misbahzada.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/misbahzada.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/misbahzada.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/misbahzada.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/misbahzada.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/misbahzada.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/misbahzada.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/misbahzada.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/misbahzada.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/misbahzada.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/misbahzada.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/misbahzada.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/misbahzada.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/misbahzada.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=15&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://misbahzada.wordpress.com/2010/01/29/ilmu-tajwid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7585a814af53d6aef53aa584c5abf72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">misbahzada</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahsin Al Qur&#8217;an Methode</title>
		<link>http://misbahzada.wordpress.com/2010/01/29/tahsin-al-quran-methode/</link>
		<comments>http://misbahzada.wordpress.com/2010/01/29/tahsin-al-quran-methode/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 15:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misbahzada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://misbahzada.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Al qur&#8217;an adalah kalam ilahi yang di berikan kepada Nabi Muhammad sebagai mu&#8217;jizat melalui malaikat Jibril yang di dalamnya mengandung tuntunan bagi semua mahluk, kisah-kisah teladan para penghuni surga dan peringatan-peringatan (tanbih) serta contoh-contoh atau amtsal realeven bentuk kekuasaan Alloh.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=3&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al qur&#8217;an adalah kalam ilahi yang di berikan kepada Nabi Muhammad sebagai mu&#8217;jizat melalui malaikat Jibril yang di dalamnya mengandung tuntunan bagi semua mahluk, kisah-kisah teladan para penghuni surga dan peringatan-peringatan (tanbih) serta contoh-contoh atau amtsal realeven bentuk kekuasaan Alloh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/misbahzada.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/misbahzada.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/misbahzada.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/misbahzada.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/misbahzada.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/misbahzada.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/misbahzada.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/misbahzada.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/misbahzada.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/misbahzada.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/misbahzada.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/misbahzada.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/misbahzada.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/misbahzada.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=3&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://misbahzada.wordpress.com/2010/01/29/tahsin-al-quran-methode/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7585a814af53d6aef53aa584c5abf72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">misbahzada</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kutipan tafsir Al Qur&#8217;an</title>
		<link>http://misbahzada.wordpress.com/2010/01/29/6/</link>
		<comments>http://misbahzada.wordpress.com/2010/01/29/6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 15:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misbahzada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://misbahzada.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[  Bismillahirrohmanirrohim. Alhamduliillahirobbilálmin,wassolatu wassalamu ‘ala an nabiyyil mursalin, wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in, amma ba’du.   Maksud kalimat “Alhamdulillahirobbilálamin” dalam tafsirnya yang mempunyai arti Tuhan seluruh alam adalah bahwa yang berhak dipuji hanyalah Alloh, maka pujian haruslah di hadapkan kepadanya.yang dimaksud “semua puji”meliputi puji tuhan kepada dirinya(Kholik  álal kholik ) puji Alloh kepada mahkluknya(Kholik ‘alal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=6&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Bismillahirrohmanirrohim.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Alhamduliillahirobbilálmin,wassolatu wassalamu ‘ala an nabiyyil mursalin, wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in, amma ba’du.</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p>Maksud kalimat “Alhamdulillahirobbilálamin” dalam tafsirnya yang mempunyai arti Tuhan seluruh alam adalah bahwa yang berhak dipuji hanyalah Alloh, maka pujian haruslah di hadapkan kepadanya.yang dimaksud “semua puji”meliputi</p>
<ol>
<li>puji tuhan kepada dirinya(Kholik  álal kholik )</li>
<li>puji Alloh kepada mahkluknya(Kholik ‘alal qodim)</li>
<li>puji makhluk kepada makhluk(qodim álal qodim)</li>
<li>puji makhluk kepada Alloh(qodim álal kholik)</li>
</ol>
<p>Seorang dipuji karena sifat-sifat yang mulia yang ada pada dirinya, atau karena perbuatanya, jasa dan budi baiknya. Pujian itu semata-aemata hanya untuk Alloh, karena Dialah yang mempunyai sifat-sifat yang sempurna yang menyebabkan Dia berhak dipuji .</p>
<p>Pernyataan seorang hamba bahwa hanya Alloh sajalah yang mempunyai sifat-sifat yang sempurna dan bahwa Dia sajalah yang telah memberi nikmat dan karunia, merupakan inti dari keimanan kepada Alloh dan merupakan akidah tauhid yang sebenarnya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">MAKNA KATA ALLOH</span></p>
<p><em>Alloh </em>adalah nama bagi Zat yang ada dengan sendirinya(wajibul-wujud). Kata <em>Alloh</em> hanya di pakai oleh bangsa arab kepada tuhan yang sebenarnya, yang berhak disembah, yang mempunyai sifat-sifat yang sempurna,. Mereka tidak memakai kata itu untuk tuhan-tuhan atau dewa-dewa mereka yang lain.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Macam –Macam Hidayah</span></p>
<p>Alloh telah memberi manusia macam-macam hidayah, menurut Muhammad Abduh dalam tafsirnya mengatakan bahwa ada empat hidayah yang Alloh berikan kepada manusia yang wajib disyukuri,yaitu:</p>
<ol>
<li>Hidayah Naluri(Ghorizah)</li>
</ol>
<p>Manusia begitu juga bintang-bintang, dilengkapi oleh Alloh dengan bermacam-macam sifat, yang timbulnya bukan dari pelajaran, bukan dari pengalaman, melainkan telah dibawanya dari kandungan ibunysa. Sifat-sifat ini namanya <em>“naluri”</em>dalam bahsa arab disebut “ghorizah”. Umpanya, naluri “ingin memelihara diri”(mempertahankan hidup). Seorang bayi bila merasa lapar dia menangis. Sesudah terasa dibibirnya putting susu ibunya, dihisapnya sampai hilang laparnya. Perbuatan ini di kerjakannya tanpa seorangpun yang mengajarkan kepadany, bukan pula timbul dari pengalamanya, hanya semata-mata ilham dan petunjuk dari Alloh kepadanya, untuk mempertahankan hidupnya.</p>
<p>Contoh lain adalah lebah membuat sarangnya, laba-laba membuat jaringnya, semut membuat lubangnya dan menimbun makanan dalam lubang itu. Semua itu dikerjakan oleh binatang-binatang itu untuk mempertahankan hidupnya dan memelihara dirinya, dengan dorongan nalurinya semata-mata.Banyak lagi naluri lain, misalnya rasa”ingin tahu”, “ingin mempunyai”, “ingin meniru”, “takut”, dll</p>
<p><em>Sifat-sifat naluri</em></p>
<p>Naluri (ghorizah), sebagaimana disebutkan, terdapat pada manusia dan binatang, perbedaanya ialah naluri manusia bias menerima pendidikan dan perbaikan <em>(mahluk pedagogis)</em>, tetapi naluri binatang tidak. Sebab itulah manusia bias maju,sedangkan binatang tidak, ia tetap seperti sediakala.</p>
<p>Naluri-naluri itu adalah dasar bagi kebaikan, dan juga dasar bagi kejahatan,. Umpamanya, naluri “ingin memelihara diri”, orang berusaha, berniaga, berttani, artinya mencari nafkah secara halal. Sebaliknya karena naluri “ingin memelihara diri” itu opula orang mencuri, menipu, merampok, dll . Karena naluri rasa “ingin tahu” orang belajar, ehingga memiliki pengetahuan yang banyak dan pendidikan yang tinggi. Sebaliknya karena naluri itu pula orang suka mencari-cari aib dan rahasia sesamanya, yang mengakibatkan permusuhan dan persengketaan. Demikian seterusnya dengan naluri-naluri yang lain.</p>
<p>Naluri-naluri itu tidak dapat dihilangkan dan tidak ada faedahnya  membunuhnya. Ada pemikir dan pendidik yang hendak memadamkan naluri, karena melihat segi yang tidak baik (jahat) itu. Sebab itu mereka membuat bermacam-macam peraturan untuk mengikat kemerdekaan anak-anak agar naluri itu jangan tumbuh, atau mana yang telah tumbuh menjadi mati. Tetapi perbuatan mereka itu besar bahayanya terhadap pertumbuhan akal, tubuh dan ahlak anak-anak. Bagaimanapun orang berusaha hendak membunuh naluri itu, namun ia tidak akan mati.</p>
<p>Boleh jadi karena kerasnya tekanan dan kuatnya rintangan terhadap suatu naluri, maka kelihatan ia telah padam, tetapi manakala ada yang membangkitkannya, ia timbul kembali. Oleh karena itu, sekalipun naluri itu dasar bagi kebaikan, sebagaimana ia juga dasar bagi kejahatan, kewajiban manusia bukanlah menghilangkanya, tetapi mendidik dan melatihnya, agar dapat dimanfaatkan dan disalurkan kea rah yang baik.<em> </em></p>
<ol>
<li>Hidayah Pancaindra</li>
</ol>
<p>Karena naluri itu sifat nya belum pasti  sebagaimana disebutkan di atas, maka ia belum cukup untuk jadi hidayah bagi kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Sebab itu, manusia dilengkapi lagi oleh Alloh SWT dengan pancaindera. Pancaindera itu sangat besar perannya terhadap pertumbuhan akal dan pikiran manusia. Sehubungan dengan itu ahli-ahli pendidikan berkata</p>
<p>الحوّاس ابواب المعرفة</p>
<p><em>(pancainderqa adalah pintu-pintu pengetahuan)</em></p>
<p>Maksudnya adalah: dengan perantaraan pancaundera itulah manusia dapat berhubungan dengan alam sekitar, dengan arti bahwa sampainya sesuatu dari alam sekitar ini ke dalam otak manusia adalah melalui pintu-pintu pancaindera. Tetapi naluri ditambah dengan pancaindera, juga belum cukup untuk jadi pokok-pokok kebahagiaan manusia. Banyak lagi benda-benda dalam ala mini yang tidak dapat dilihatoleh mata. Banyak macam suara yang tidak dapat didengar oleh telinga. Malah selain dari alam <em>Mahsushat </em>(yang dapat ditangkap oleh pancaindera), ada lagi alam <em>ma’qulat</em> (yang hanya dapat ditangkap oleh akal).<em> </em></p>
<p>Indra penglihatan (mata) hanya dapat menangkap alam <em>mahsushat</em>, tangkapanya tentang yang <em>mahsushat</em>  itu pun tidak selamanya betul, kadang-kadang salah. Inilah yang dinamakan dalam ilmu jiwa “ilusi optic” (tipuan pandangan), dalam bahasa arab disebut <em>khida’an-nadzar. </em>Sebab<em> </em> masih membutuhkan hidayah yang lain. Maka Alloh menganugerahkan hidayah yang ketiga “hidayah akal”.</p>
<ol>
<li>Hidayah Akal
<ol>
<li><em>a.      </em><em>akal dan kadar kesanggupanya</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Dengan adanya akal manusia dapat menyalurkan naluri ke arah yang baik, agar naluri itu menjadi sumber bagi kebaikan, dan manusia dapat membetulkan kesalahan-kesalahan pancaindranya, membedakan yang buruk dengan yang baik. Akal bahkan sanggup menyusun mukadimah untuk menyampaikanya kepada natijah, mempertalikan akibat dengan sebab, memakai yang mahsushat sebagai tangga kepada yang ma’qulat, mempergukan yang dapat dilihat, diraba dan dirasakan untuk sampai kepada yang abstrak , maknawi, dan ghoib, mengmbil dalil dari adanya mahluk untuk menetapkan adanya kholik , dan begitulah seterusnya.</p>
<p>Tetapi akal manusia juga belum memadai untuk membawanya kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat di samping berbagai macam naluri dan pancaindra itu. Apalagi pendapat akal itu bermacam-macam, yang baik menurut pikiran si A belum tentu baik menurut pandangan si B, malah banyak manusia yang mempergunakn akalnya , tetapi akalnya dikalahkan oleh hawa nafsu dan sentimennya, hingga yang buruk itu menjadi baik dalam pandanganny, dan yang baik itu menjadi buruk.</p>
<p>Dengan demikian nyatalah bahwa naluri ditambah pancaindra, dan ditambah pula dengan akal belum cukup untuk menjadi hidayah yang akan menyampaikan manusia kepada kebahagiaan hidup jasmani dan rohani di dunia dan akherat. Oleh karena itu, manusia membutuhkan hidayaqh lain, disamping pancaindra dan akal, yaitu hidayah agama yang di bawqa oleh para rosul <em>alaihimussolatuwassalam.</em></p>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><em>b.      </em><em>Benih Agama Dan Akidah Tauhid Pada Jiwa Manusia</em></li>
</ol>
<p>JIka menilik kepada agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan yang diciptakan oleh manusia telah ada bibit-bibit <em>(al-adyan al-wadíyyah) </em>terlihat bahwa pada jiwa manusia telah ada bibit-bibit kecenderungan beragama. Hal itu karena manusia mempunyai sifat merasa berutang budi, suka berterima kasih dan membalas budi kepada orang yang berbuat baik kepadaanya. Maka, ketika ia memperhatikan dirinya dan alam di sekililingnya, umpamanya roti yang dimakannya, tumbuh-tumbuhan yang ditanamnya, binatang ternak yang  digembalakannya, matahari yang memancarkan sinarnya, hujan yang turun dari langit yang menumbuhkan tanam-tanaman, dia akan merasa berhutang budi kepada suatu Zat yang ghoib yang telah berbuat baik dan melimpahkan nikmat yang besar itu kepadanya.</p>
<p>Manusia memahami dengan akalnya bahwa Zat yang ghoib itulah yang menciptakannya, yang menganugerahkan kepadanya dan kepada jenis manusia seluruhnya, segala sesuatu yang dibutuhkannya yang ada di alam ini, untuk memelihara dan mempertahankan hidupnya. Karena merasa berutang budi kepada suatu zat  yang ghoib itu, atau dengan perkataan lain  bagaimana cara menyembah Zat Yang Ghoib itu..</p>
<p>Karena pikirannya masih bersahaja dan belum tergambarkan di otaknya bagaimana menyembah Zat Yang Ghoib maka di pilihlah di antar alam ini sesuatu yang besar, yang indah, yang banyak manfaatnya . atau sesuatu yang di takutinya untuk jadi lambangbagi Zat Yang ghoib itu. Ketika dia mengagumi matahari, bulan dan bintang-bintang, sungai-sungai, binatang dan lain-lain, maka disembahnya benda-benda itu, sebagai lambing menyembah Tuhan atau Zat yang Ghoib itu, dan diciptakanya cara-cara beribadah (menyembah)  benda-benda itu.</p>
<p>Dengan cara tiu timbul suatu macam kepercayaan, yang dinamakan dengan “kepercayaan menyembah kekuatan alam”,seperti yang terdapat di mesir,  kaldea, babilonia, asiria, dan di tempat-tempat laindi zaman purbakala. Dengan keterangan ini: tampak bahwa manusia menurut fitrahnya cenderung beragama, acp memikirkan dari mana datangnya alam ini, dan kemanakah kembalinya.</p>
<p>Bila manusia mau memikirkan: “Dari mana datangnya alam ini”. Akan sampai pada keyakinan tentang adanya Tuhan, bahkan akan sampai kepada keyakinan tentang Keesaan Tuhan (tauhid). Kaerena akidah (keyakinan) tentang keesaan Tuhan ini lebih mudah, dan lebih cepat dipahami oleh akal manusia. Karena itu dapat kita tegaskan bahwa manusia itu menurut nalurinya adalah beragama tauhid.</p>
<p>Sejarah telah menerangkan bahwa bangsa kaldea pada mulanya adalah beragama tauhid, kemudian mereka menyembah matahari,planet-planet dan bintang-bintang yang mereka simbolkan dengan patung-patung. Sesudah raja namruz meninggal, mereka  pun mendewakan dan menyembah Namruz itu. Bangsa Asiria pun pada mulanya beragama tauhid kemudian mereka lupa kepda akidah tauhid itu dan mereka sekutukan Tuhan dengan binatang-binatang, dan inilah yang di pusakai oleh orang-orang babilonia.</p>
<p>Adapun bangsa mesir, bila diperhatikan nyanyian-nyanyian yang mereka dendangkan dalam upacara-upacara peribadatan, jelas bahwa tidak semua orang mesir purbakala itu musyrik dan <em>wasani(penyembah berhala).</em>melainkan di antar mereka ada juga yang <em>muwahhidin (penganut akidah tauhid). </em>Di dalam nyanyian – nyanyian itu terdapat ungkapan sebagai berikut:</p>
<p>“<em>Dialah</em> <em>Tuhan Yang Maha Esa, Yang tiada sekutu baginya</em>”</p>
<p>“<em>Dia mencintai</em>  <em>seluruh mahluk, sedang dia sendiri tak ada yang menciptakan’”</em></p>
<p><em>“Dialah Tuhan yang mahaagung, pemilik langit dan bumi, pencipta seluruh mahluk”</em></p>
<p>Dapat di tegaskan bahwa akidah tauhid ini tidak pernah lenyap saama sekali, dan tetap ada.</p>
<ol>
<li><em>c.       </em><em>Pendapat Orang-Orang Arab Sebelum Islam Tentang Kholik (Pencipta</em></li>
</ol>
<p>Orang-orang arab sebelum dating agama islam, kalau di tanyakan kepada mereka,”Siapakah yang menjadikan langit dan bumi?mereka menjawab:”Alloh”. Kalau ditanyakan,”Ädakah Al- latta dan al uzza itu menjadikan sesuatu yang ada pada ala mini?” mereka menjawab:”TidakA!”Mereeka sembah dewa-dewa itu hanya untuk mengharapkan perantaraan dan Syfaat dari mereka terhadap Tuhan yang sebenarnya. Alloh berfirman tentang perkataan Musyrik itu:</p>
<p> “<em>kami tidak</em> <em>menyembah mereka, melainkan (berharap) agara mereka mendekatkan kami kepada Alloh, dengan sedekat-dekatnya</em>(Az-zumar/39)</p>
<ol>
<li><em>d.      </em><em>Kepercayaan Tentang Akhirat Bisa Dicapai Oleh Akal</em></li>
</ol>
<p>Manakala manusia memikirkan”kemanakah kembalinya ala mini?”akan sampailah dia pada keyakinan bahwa di balik hidup di dunia yang fana ini akan ada lagi hidup di hari kemudian yang kekal dan abadi. Tetapi dapatkah manusia dengan akal dan pikirannya semata-mata mengetahui apakah yang perlu dikerjakan atau dijauhinya sebagai persiapan untuk kebahagiaan di hari kemudian itu? Jawabnya”Tentu saja tidak, sejarahpun telah membuktikan hal ini.</p>
<p>Dengan demikian daptlah disimpulkan bahwa manusia telah diberi akal oleh Alloh untuk jadi hidayah baginya.disamping naluri dan panca indera. Tetapi hidayah akal itu belumlah mencukupi untuk kebahagian hidupnya di dunia dan akherat.</p>
<p>Begitu juga manusia mempunyai tabiat suka beragama,dengan akalnya dia kadang-kadang telah sampai kepada tauhid.Tapi tauhid yang telah dicapainya dengan akalnya itu sering  pula menjadi kabur dan tidak murni lagi.</p>
<p>Dengan mempergunakan akalnya, manusia juga dapat sampai kepada kesimpulan tentang adanya akherat, tetapi hidayah akal itu belum mencukupi untuk kebahagiaan hidupnya di dunia dan akherat. Maka untuk menyampaikan manusia kepada akidah tauhid yang murni, yang tidak dicampuri sedikitpun oleh kepercayaan-kepercayaan menyembah dan membesarkan selain Alloh, untuk membentangkan jalan yang benar yang akan ditempuhnya dalam perjalanan mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akherat, dan untuk menjadi pedoman dalam hidupnya di dunia ini,dia membutuhkan hidayah yang yang lain di samping hidayah-hidayah yang telah di sebutkan itu. Maka Alloh mendatangkan hidayah yang ke empat yaituÁgama’nyang di bawa oleh para rosul.</p>
<ol>
<li>Hidayah Agama</li>
</ol>
<p>a. Pokok-Pokok Agama Ketuhanan</p>
<p>Alloh mengutus rosul-rosul untuk membawa agama yang akan menunjukan manusia jalan yang harus mereka tempuh untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akherat. Mula-mula yang di tanamkan oleh rosul-rosul itu adalah kepercayaan tentang Tuhan Yang Maha Esa dengan segala sifat-sifat kesempurnaanNya, guna membersihkan I’tikad manusia dari syirik (mempersekutukan Alloh).</p>
<p>Rosul membawa manusia kepada kepercayaan tauhid dengan melalui akal dan logika, yaitu dengan mempergunakan dalil-dalil yang tepat danlogis. Dialog antara Nabi Ibrohim dengan namruz, Nabi Musa dengan Fir’aun, dan seruan-seruan Al qur’an kepada kaum musyriin Quraisy semuanya mengajak agar mempergunakan akal.</p>
<p>Di samping kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, rosul rosul juga menyeru untuk percaya pada akherat,dan para malaikat. Hal ini yang dinamakan dengan <em>iman bil ghoib</em>.</p>
<p>b. Hidayah Yang Dimohonkan Kepada Tuhan</p>
<p>Banyak manusia salah menerapkan agama,tidak beribadah(menyembah syariat sesuai dengan yang diridhoi oleh yang disembah, tidak melaksanakan syariat sesuai yang dimaksud oleh pembuat syariat itu. Karena itu, Alloh mengajarkan kepada manusia cara memoohon kepadaNya agar di beriNya <em>Maúnah</em> , di bombing dan dijaga selama-lamanya, serta diberiNya taufik agar dapat memanfaatkan semua macam hidayah yang telah di anugerahkan itu menurut semestinya. Naluri-naluri agar dapat disalurkan ke arah yang baik, panca indra agar betul, akal agar sesuai yang benar, tuntunan agama agar dapat dilaksanakan menurut yang di maksudkan oleh yang menurunkan agama itu, tanpa ada cacat, janggal dan salah.</p>
<p>Tegasnya, manusia yang telah diberi Alloh bermacam-macam hidayah yang disebutkan di atas (naluri,pancaindra, akal, dan agama) belumlah cukup, tetapi dai masih membutuhkan ma’unah dan bimbingan dari Alloh (taufik-nya).Taufik adalah karunia Alloh SWT, kepada hamba Nya sehingga dengan karunia itu dia mampu menaati peraturan atau perintah Nya dan mampu mencapai kebahagiaan dunia dan akherat.. mak maunah dan bimbingan itulah yang kita mohonkan, dan kepada Alloh sajalah kita hadapkan permohonan itu. Dengan perkataan lain, Alloh telah memberi manusia hidayah-hidayah tersebut, seakan-akan Dia telah membentangkan jalan raya yang akan menyampaikan manusia kepada dua kebahagiaan hidup. Kemudian yang dimohonkan kepadaNya lagi, ialah : agar membimbing kita dalm melalui jalan yang di bentangkan itu.</p>
<p><strong>Langit Sebagai Atap</strong></p>
<p>$uZù=yèy_ur uä!$yJ¡¡9$# $Zÿø)y $Wßqàÿøt¤C ( öNèdur ô`tã $pkÉJ»t#uä tbqàÊÌ÷èãB<strong> </strong><strong>Ç</strong><strong>Ì</strong><strong>Ë</strong><strong>È</strong><strong> </strong></p>
<p><em>&#8220;Dan kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara[959], sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>[959]  Maksudnya: yang ada di langit itu sebagai atap dan yang dimaksud dengan terpelihara ialah segala yang berada di langit itu dijaga oleh Allah dengan peraturan dan hukum-hukum yang menyebabkan dapat berjalannya dengan teratur dan tertib.</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Manusia dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat kapan banyak turun hujan dan kapan jarang hujan atau bahkan sama sekali tidak ada hujan, berdasaarkan letak bintang di langit dan peredaran angina. Juga dapat diketahui dimana berkumpulnya ikan-ikan di laut yang banyak sekali jenis dan ragamnya, bahkan kemana kemana burung-burung pergi pada musim – musim tertentu dapat diketahuinya.</p>
<p>Berikut penjelasan saintis/ilmuan tentang bumi sebagai atap: Atap untuk sebuah bangunan terutam diperlukan agar penghuni yang tinggal di dalamnya terhindar dari hujan dan panas matahari. Setiap saat bumi dihujani benda angkasa yang antara lain adalah meteorid. Akan tetapi, sampai saat ini bumi tidak porak poranda. Hal ini disebabkan bumi diselimuti oleh gas atau udara yang bernama atmosfer. Sebelum sampai kebumi,  meteoroid akan terpecah belah dan hancur saat memasuki atmosfer. Sebelum sampai ke atmosfer sinar yang dipancarkan mataharipun memecahkan meteorid yang ada. Radiasi sinar matahari inilah yang dapat meledakan meteorid dalam perjalananya ke bumidan kemudian diserap oleh lapisan ozon. Dengan demikian, atmosfer dan lapisan ozon merupakan selubung pengaman atau dengan kata lain boleh disebut sebagai atap bumi. Bumi tidak mungkin dihuni oleh mahluk hidup tanpa adanya atap tersebut dalam suratal anbiya ayat 32, Alloh menerangkan hal tersebut.</p>
<p>Tebal Atmosfer mencapai 560 kilometer,diukur dari permukaan bumi  . penelitian mengenai atmosfer dimulai dengan menggunakan fenomena alam yang dapat dilihat dari bumi, seperti warna-warna indah saat matahari terbit dan terbenam,dan kilapan cahaya bintang. Dalam tahun-tahun belakangan ini, dengan menggunakan peralatan canggih yang ditaruh dalam satelit di luar angkasa, kita dapat mengerti lebih baik mengenai atmosfer dan fungsinya untuk bumi.</p>
<p>Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa kehidupan di bumi didukung oleh tiga hal, yaitu <span style="text-decoration:underline;">adanya atmosfer, adanya energi sinar matahari, dan hadirnya medan magnet bumi.</span></p>
<p>Atmosfer diketahui menyerap sebagian besar energi sinar matahari, mendaur ulang air dan beberapa komponen kimia lainnya, dan bekerja sama dengan muatan listrik dan magnet yang ada untuk menghasilkan cuaca yang nyaman. Atmosfer juga melindungi kehidupan bumi dari ruang angkasa yang hampa udara dan bersuhu rendah.</p>
<p>Atmosfer terdiri atas lapisan-lapisan gas yang berbeda-beda. Empat lapisan dapat dibedakan berdasarkan perbedaan suhu, perbedaan komposisi bahan kimia, pergerakan bahan-bahan kimia di dalamanya, dan perbedaan kepadatan udara. Keempat lapisan tersebut adalah <span style="text-decoration:underline;">troposfer, Stratosfer, Mesosfer, dan thermosfer.</span> Atau dapat pula0 dibagi tujuh seperti yang di jelaskan dalam surat al baqoroh:29.</p>
<p>Komposisi gas di atmosfer terutama terdiri atas <span style="text-decoration:underline;">nitrogen(78%), oksigen (21%), dan argon (1%).</span> Bebrapa komponen yang sangat berpengaruh  pada iklim dan cuaca juga hadir, meski dalam jumlah yang sangat kecil seperti <span style="text-decoration:underline;">uap air (0,25%), karbondioksida (0,036%), dan ozone(0,015%).</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><strong>Perihal angin, awan dan hujan</strong></p>
<p>ª!$# Ï%©!$# ã@Åöã yx»tÌh9$# çÏWçGsù $\/$ysy ¼çmäÜÝ¡ö6usù Îû Ïä!$yJ¡¡9$# y#øx. âä!$t±o ¼ã&amp;é#yèøgsur $Zÿ|¡Ï. utIsù s-øsqø9$# ßlãøs ô`ÏB ¾ÏmÎ=»n=Åz ( !#sÎ*sù z&gt;$|¹r&amp; ¾ÏmÎ/ `tB âä!$t±o ô`ÏB ÿ¾ÍnÏ$t7Ïã #sÎ) ö/ãf tbrçÅ³ö;tGó¡o ÇÍÑÈ</p>
<p><em>“ Allah, dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, Maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.</em></p>
<p>óOs9r&amp; ts? ¨br&amp; ©!$# ÓÅe÷ã $\/$ptx §NèO ß#Ïj9xsã ¼çmuZ÷t/ §NèO ¼ã&amp;é#yèøgs $YB%x.â utIsù Xôtqø9$# ßlãøs ô`ÏB ¾Ï&amp;Î#»n=Åz ãAÍit\ãur z`ÏB Ïä!$uK¡¡9$# `ÏB 5A$t7Å_ $pkÏù .`ÏB 7tt/ Ü=ÅÁãsù ¾ÏmÎ/ `tB âä!$t±o ¼çmèùÎóÇtur `tã `¨B âä!$t±o ( ß%s3t $uZy ¾ÏmÏ%öt/ Ü=ydõt Ì»|Áö/F{$$Î/ ÇÍÌÈ</p>
<p><em>&#8220;</em><em> Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, Kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, Kemudian menjadikannya bertindih-tindih, Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, Maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.&#8221;</em><em> </em></p>
<p> Hubungan angin dan awan yang kemudian menghasilkan hujan dapat dijelaskan dengan melihat pada siklus air, siklus air berlangsung mulai penguapan air lautyang membumbung ke atas menjadi awan lalu turun ke bumi dalam bentuk tetes air hujan, kemudia air yang turun dalam bentuk hujan itu kembali lagi ke laut melalui sungaai dan air bawah tanah. Alquran tidak menyebut secara rinci siklus air seperti itu, akan tetapi, banyak ayat yang menjelaskan beberapa bagian dari proses keseluruhannya secara sangat akurat antar lain  dua ayat di atas.</p>
<p>Kedua ayat di atas menggambarkan tahapan-tahapan pembentukan awan yang menghasilkan hujan, yang dalam giliirannya, merupakan salah satu tahap dalam siklus air. Dengan melihat lebih cermat kedua ayat di atas maka tampak nyata adanya dua fenomena. Pertama adalah penyebaran penyebaran awan dan lainnya adalah penyatuan awan. Dua proses yang berlawanan terjadi sehingga awan hujan dapat dibentuk. Dua proses yang disebutkan dalam Al qur’an ini baru ditemukan oleh ilmu meteorology modern sekitar 200 tahun yang lalu.</p>
<p>Ada dua tipe awan yang dapat menghasilkan hujan. Keduanya dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuknya, yaitu <em>stratus </em>(tipe berlapis) dan <em>cumulus </em>(tipe menumpuk).</p>
<p>Pada tipe awan yang berlapis, dua tahapan penting yang terjadi adalah tahap awan tipe <em>stratus</em> dan <em>nimbostratus</em> (nimbo artinya hujan). Ayat pertama di atas secara sangat jelas memberi informasi mengenai formasi awan yang berlapis. Tipe awan semacam itu hanya akan terbentuk dalam kondisi angina yang bertiup secara bertahap dan secara perlahan menaikan awan ke atas. Selanjutnya, awan tersebut akan terbentuk secara lapisan-lapisan yang melebar (<em>Allah, dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit…</em>)</p>
<p>Apabila kondisi cocok, (antara lain jika suhu cukup rendah dan kadar air cukup tinggi) maka butir-butir air akan menyatu dan menjadi aire yang lebih besar. Kita dapat melihat proses tersebut sebagai menghitamnya awan. Dalam terjemahan Quraisy syihab, bagian ini disebutkan sebagai : “…and makes them dark..”, akhirnya, butiran air hujan akan jatuhdari awan: “…lalum engkau melihat hujan dari celah-celahnya ..”</p>
<p>Tipe awan yang kedua yang dapat menghasilkan hujan adalah tipe awan yang bertumpuk-tumpuk. Awan ini terbagi berdasarkan bentuknya dalam beberapa nama, yaitu cumulus, cumulonimbus dan stratocumulus. Awan ini di tandai dengan bentuknya yang bergumpal-gumpal dan saling bertumpuk. Cumulus dan cumulonimbus adalah tipe awan yang bergumpal-gumpal. Sedangkan stratocumulus tidak bergumpal, sedikit menipis dan melebar. Ayat kedua (an nur/24: 43) menjelaskan pembentukan tipe awan ini.</p>
<p>Awan tipe ini di bentuk oleh angin keras yang mengarah ke atas dan bawah (..bahwa Alloh menggerakan awan..) dalam terjemahan Al qur’an bahasa inggris, bagian ayat ini diterjemahkan sebagai: “…drives clouds with force..”. mendorong awan dengan kuat. Ketika gumpalan awan terjadi, mereka menyatu menjadi gumpalan awan raksasa, bertumpuk-tumpuk satu sama lain. Pada titik ini, awan cumulus atau comolunimbus sudah dapat menghasilkan air hujan.</p>
<p>Kalimat selanjutnya dari ayat ini, nampaknya menggambarkan secara khusus terjadinya comolunimbus, suatu keadaan awan yang dikenal dengan nama awan badai. Tumpukan gumpalan awan yang menjulang ke atas ini, apabila di lihat dari bawah mirip dengan bentuk gunung. Dengan menjulang tinggi ke angkasa maka butir air yang sudah terbentuk akan membeku menjadi butiran es.(….lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya, dan Dia juga menurunkan (butiran-butiran ) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung….)”. awan cumolunimbus jiga menghasilkan ciptaan Tuhan yang sangat berharga, yaitu halilintar (…kilauan kilatnya hamper-hampir menghilangkan penglihatan)”.</p>
<p>Ayat lain yang terkait dengan siklus air yang bertalian dengan tahap lain di luar hujan adalah surat Ghofir /23  : 18</p>
<p>$uZø9tRr&amp;ur z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# Lä!$tB 9ys)Î/ çm»¨Ys3ór&#8217;sù Îû ÇÚöF{$# ( $¯RÎ)ur 4n?tã ¤U$yds ¾ÏmÎ/ tbrâÏ»s)s9 ÇÊÑÈ</p>
<p>18.  Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu kami jadikan air itu menetap di bumi, dan Sesungguhnya kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.</p>
<p>Ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa air hujan diserap oleh tanah tapi tidak hilang. Artinya air tanah masih dapat di alirkan. Dua ayat di bawah ini juga menggambarkan cara aliran air, yaitu <strong>aliran permukaan</strong></p>
<p>tAtRr&amp; ÆÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB ôMs9$|¡sù 8ptÏ÷rr&amp; $ydÍys)Î/ @yJtGôm$$sù ã@ø¡¡9$# #Yt/y $\Î/#§ 4 $£JÏBur tbrßÏ%qã Ïmøn=tã Îû Í$¨Z9$# uä!$tóÏGö/$# &gt;puù=Ïm ÷rr&amp; 8ì»tFtB Ót/y ¼ã&amp;é#÷WÏiB 4 y7Ï9ºxx. Ü&gt;ÎôØo ª!$# ¨,ysø9$# @ÏÜ»t7ø9$#ur 4 $¨Br'sù ßt/¨9$# Ü=ydõusù [ä!$xÿã_ ( $¨Br&amp;ur $tB ßìxÿZt }¨$¨Z9$# ß]ä3ôJusù Îû ÇÚöF{$# 4 y7Ï9ºxx. Ü&gt;ÎôØo ª!$# tA$sWøBF{$# ÇÊÐÈ  </p>
<p>17.  Allah Telah menurunkan air (hujan) dari langit, Maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, Maka arus itu membawa buih yang mengambang. dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, Maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan[770].</p>
<p>[770]  Allah mengumpamakan yang benar dan yang bathil dengan air dan buih atau dengan logam yang mencair dan buihnya. yang benar sama dengan air atau logam murni yang bathil sama dengan buih air atau tahi logam yang akan lenyap dan tidak ada gunanya bagi manusia.</p>
<p>Dan <strong>aliran air tanah</strong></p>
<p>öNs9r&amp; ts? ¨br&amp; ©!$# tAtRr&amp; z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB ¼çms3n=|¡sù yìÎ6»oYt Îû ÇÚöF{$# ¢OèO ßlÌøä ¾ÏmÎ/ %Yæöy $¸ÿÎ=tGøC ¼çmçRºuqø9r&amp; §NèO ßkÎgt çm1utIsù #vxÿóÁãB ¢OèO ¼ã&amp;é#yèøgs $¸J»sÜãm 4 ¨bÎ) Îû Ï9ºs 3tø.Ï%s! Í&lt;'rT{ É=»t7ø9F{$# ÇËÊÈ</p>
<p>21.  Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, Maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi Kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, Kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.</p>
<p>Banyak ayat lain nya dalam al qur’an yang membicarakan siklus air,,</p>
<p>*  Al ghofir /40 : 13</p>
<p>uqèd Ï%©!$# öNä3Ìã ¾ÏmÏG»t#uä Ú^Íit\ãur Nä3s9 z`ÏiB Ïä!$yJ¡¡9$# $]%øÍ 4 $tBur ã2xtGt wÎ) `tB Ü=Ï^ã ÇÊÌÈ</p>
<ol>
<li>Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit. dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).</li>
</ol>
<ul>
<li>al mu’minun/23:18</li>
</ul>
<p>$uZø9tRr&amp;ur z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# Lä!$tB 9ys)Î/ çm»¨Ys3ór&#8217;sù Îû ÇÚöF{$# ( $¯RÎ)ur 4n?tã ¤U$yds ¾ÏmÎ/ tbrâÏ»s)s9 ÇÊÑÈ</p>
<p>18.  Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu kami jadikan air itu menetap di bumi, dan Sesungguhnya kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.</p>
<ul>
<li>Al furqon / 25:48</li>
</ul>
<p>uqèdur üÏ%©!$# @yör&amp; yx»tÌh9$# #Mô³ç0 ú÷üt/ ôyt ¾ÏmÏGyJômu 4 $uZø9tRr&amp;ur z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB #YqßgsÛ ÇÍÑÈ</p>
<p>48.  Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan kami turunkan dari langit air yang amat bersih,</p>
<ul>
<li>Al angkabut/29: 63</li>
</ul>
<p> </p>
<p>ûÍ.s!ur OßgtFø9r'y `¨B tA¨¯R ÆÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB $uômr'sù ÏmÎ/ uÚöF{$# .`ÏB Ï÷èt/ $ygÏ?öqtB £`ä9qà)us9 ª!$# 4 È@è% ßôJysø9$# ¬! 4 ö@t/ óOèdçsYò2r&amp; w tbqè=É)÷èt ÇÏÌÈ</p>
<p>63.  Dan Sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" tentu mereka akan menjawab: "Allah", Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).</p>
<p>Semua ayat-ayat tersebut menyatakan hal yang bersinggungan  dengan berbagai ayat yang di acu dimuka. Beberapa ayat lainnya juga berbicara mengenai air, namun dengan konteks yang berbeda. Seperti yang dapat di lihat dalam surat al waqi’ah /56: 68-70</p>
<p>ÞOçF÷uätsùr&amp; uä!$yJø9$# Ï%©!$# tbqç/uô³n@ ÇÏÑÈ öNçFRr&amp;uä çnqßJçFø9tRr&amp; z`ÏB Èb÷ßJø9$# ÷Pr&amp; ß`øtwU tbqä9Í\ßJø9$# ÇÏÒÈ öqs9 âä!$t±nS çm»uZù=yèy_ %[`%y`é&amp; wöqn=sù crãä3ô±n@ ÇÐÉÈ</p>
<p>68.  Maka Terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.</p>
<p>69.  Kamukah yang menurunkannya atau kamikah yang menurunkannya?</p>
<p>70.  Kalau kami kehendaki, niscaya kami jadikan dia asin, Maka mengapakah kamu tidak bersyukur?</p>
<p>Ayat yang berupa kalimat pertanyaan ini menekankan akan ketidak berdayaan manusia dalam mimpi yang paling tua yaitu mengontrol hujan. Fakta memperlihatkan bahwa hujan buatan tidak akan dapat diadakan apabila awan dengan kondisi tertentu tidak tersedia. Awan tersebut harus memiliki berbagai partikel dalam kadar tertentu, kadar air yang tinggi yang dibawa angin yang naik ke atas, dan terdapat perkembangan tumpukan awan yang mengarah ke atas. Apabila semua karakter ini terdapat pada awan tersebut, barulah hujan buatan dapat dilaksanakan. Akan tetapi, para ahli meteorologi masih mempertanyakan efektivitas cara ini.</p>
<p>Ayat yang berkenaan  dengan siklus air selanjutnya adalah ayat yang menjelaskan mengenai sungai-sungai besar dan lautan.</p>
<p>* uqèdur Ï%©!$# ylttB Ç`÷tóst7ø9$# #x»yd Ò&gt;õtã ÔN#tèù #x»ydur ìxù=ÏB Ól%y`é&amp; @yèy_ur $yJåks]÷t/ %Y{yöt/ #\ôfÏmur #Yqàføt¤C ÇÎÌÈ</p>
<p>53.  Dan dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang Ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.</p>
<p>Deskripsi sungai besar , muara sungai besar dan laut diwartakan dalam rasa airnya oleh ayat di atas. Di muara sungai atau esturi, terjadi penggabungan air tawar dan asin. Namun cara bercampurnya sangat unik.</p>
<p>Air tawar yang di tumpahkan ke laut akan tetap tawar sampai jauh ke tengah laut, sebelum benar-benar bercampur dengan air asin. Percampuran terjadi jauh dari mulut sungai di tengah laut.</p>
<p>Satu ayat lagi terkait (tidak langsung) dengan turunnya hujan adalah at tur/52:44</p>
<p>bÎ)ur (#÷rtt $Zÿó¡Ï. z`ÏiB Ïä!$uK¡¡9$# $VÜÏ%$y (#qä9qà)t Ò&gt;$ysy ×Pqä.ö¨B ÇÍÍÈ</p>
<p>44.  Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan: &#8220;Itu adalah awan yang bertindih-tindih&#8221;.</p>
<p>Ayat ini turun untuk menjawab tantangan dari orang kafir agar nabi Muhammad SAW menjatuhkan langit di kepala mereka. Mereka menduga bahwa langit adalah lempengan atau kepingan yang menjadi atap dunia. Alloh tidak menjawab tantangan mereka di sini dan menjelaskan bahwa mereka hanya akan menemukan awan. Sesuatu yang tidak akan dimengerti oleh mereka di saat itu.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PROSES PERKEMBANGAN NYAMUK</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>*</strong><strong> </strong><strong>¨</strong><strong>b</strong><strong>Î</strong><strong>)</strong><strong> </strong><strong>©</strong><strong>!</strong><strong>$</strong><strong>#</strong><strong> </strong><strong></strong><strong>w</strong><strong> </strong><strong>ÿ</strong><strong>¾</strong><strong>Ä</strong><strong>Ó</strong><strong>÷</strong><strong>Õ</strong><strong>t</strong><strong>G</strong><strong>ó</strong><strong>¡</strong><strong>t</strong><strong></strong><strong> </strong><strong>b</strong><strong>r</strong><strong>&amp;</strong><strong> </strong><strong>z</strong><strong>&gt;</strong><strong>Î</strong><strong></strong><strong>ô</strong><strong>Ø</strong><strong>o</strong><strong></strong><strong> </strong><strong>W</strong><strong>x</strong><strong>s</strong><strong>V</strong><strong>t</strong><strong>B</strong><strong> </strong><strong>$</strong><strong>¨</strong><strong>B</strong><strong> </strong><strong>Z</strong><strong>p</strong><strong>|</strong><strong>Ê</strong><strong>q</strong><strong>ã</strong><strong>è</strong><strong>t</strong><strong>/</strong><strong> </strong><strong>$</strong><strong>y</strong><strong>J</strong><strong>s</strong><strong>ù</strong><strong> </strong><strong>$</strong><strong>y</strong><strong>g</strong><strong>s</strong><strong>%</strong><strong>ö</strong><strong>q</strong><strong>s</strong><strong>ù</strong><strong> </strong><strong>4</strong><strong> </strong><strong>$</strong><strong>¨</strong><strong>B</strong><strong>r</strong><strong>&#8216;</strong><strong>s</strong><strong>ù</strong><strong> </strong><strong></strong><strong>ú</strong><strong>ï</strong><strong>Ï</strong><strong>%</strong><strong>©</strong><strong>!</strong><strong>$</strong><strong>#</strong><strong> </strong><strong>(</strong><strong>#</strong><strong>q</strong><strong>ã</strong><strong>Y</strong><strong>t</strong><strong>B</strong><strong>#</strong><strong>u</strong><strong>ä</strong><strong> </strong><strong>t</strong><strong>b</strong><strong>q</strong><strong>ß</strong><strong>J</strong><strong>n</strong><strong>=</strong><strong>÷</strong><strong>è</strong><strong>u</strong><strong></strong><strong>s</strong><strong>ù</strong><strong> </strong><strong>ç</strong><strong>m</strong><strong>¯</strong><strong>R</strong><strong>r</strong><strong>&amp;</strong><strong> </strong><strong></strong><strong>,</strong><strong>y</strong><strong>s</strong><strong>ø</strong><strong>9</strong><strong>$</strong><strong>#</strong><strong> </strong><strong>`</strong><strong>Ï</strong><strong>B</strong><strong> </strong><strong>ö</strong><strong>N</strong><strong>Î</strong><strong>g</strong><strong>Î</strong><strong>n</strong><strong>/</strong><strong>§</strong><strong></strong><strong> </strong><strong>(</strong><strong> </strong><strong>$</strong><strong>¨</strong><strong>B</strong><strong>r</strong><strong>&amp;</strong><strong>u</strong><strong>r</strong><strong> </strong><strong>t</strong><strong>û</strong><strong>ï</strong><strong>Ï</strong><strong>%</strong><strong>©</strong><strong>!</strong><strong>$</strong><strong>#</strong><strong> </strong><strong>(</strong><strong>#</strong><strong>r</strong><strong>ã</strong><strong></strong><strong>x</strong><strong>ÿ</strong><strong></strong><strong>2</strong><strong> </strong><strong></strong><strong>c</strong><strong>q</strong><strong>ä</strong><strong>9</strong><strong>q</strong><strong>à</strong><strong>)</strong><strong>u</strong><strong></strong><strong>s</strong><strong>ù</strong><strong> </strong><strong>!</strong><strong>#</strong><strong>s</strong><strong></strong><strong>$</strong><strong>t</strong><strong>B</strong><strong> </strong><strong>y</strong><strong></strong><strong>#</strong><strong>u</strong><strong></strong><strong>r</strong><strong>&amp;</strong><strong> </strong><strong>ª</strong><strong>!</strong><strong>$</strong><strong>#</strong><strong> </strong><strong>#</strong><strong>x</strong><strong></strong><strong>»</strong><strong>y</strong><strong>g</strong><strong>Î</strong><strong>/</strong><strong> </strong><strong>W</strong><strong>x</strong><strong>s</strong><strong>V</strong><strong>t</strong><strong>B</strong><strong> </strong><strong>¢</strong><strong> </strong><strong></strong><strong>@</strong><strong>Å</strong><strong>Ò</strong><strong>ã</strong><strong></strong><strong> </strong><strong>¾</strong><strong>Ï</strong><strong>m</strong><strong>Î</strong><strong>/</strong><strong> </strong><strong>#</strong><strong>Z</strong><strong></strong><strong></strong><strong>Ï</strong><strong>V</strong><strong></strong><strong>2</strong><strong> </strong><strong></strong><strong>Ï</strong><strong></strong><strong>ô</strong><strong>g</strong><strong>t</strong><strong></strong><strong>u</strong><strong>r</strong><strong> </strong><strong>¾</strong><strong>Ï</strong><strong>m</strong><strong>Î</strong><strong>/</strong><strong> </strong><strong>#</strong><strong>Z</strong><strong></strong><strong></strong><strong>Ï</strong><strong>W</strong><strong>x</strong><strong>.</strong><strong> </strong><strong>4</strong><strong> </strong><strong>$</strong><strong>t</strong><strong>B</strong><strong>u</strong><strong>r</strong><strong> </strong><strong></strong><strong>@</strong><strong>Å</strong><strong>Ò</strong><strong>ã</strong><strong></strong><strong> </strong><strong>ÿ</strong><strong>¾</strong><strong>Ï</strong><strong>m</strong><strong>Î</strong><strong>/</strong><strong> </strong><strong></strong><strong>w</strong><strong>Î</strong><strong>)</strong><strong> </strong><strong>t</strong><strong>û</strong><strong>ü</strong><strong>É</strong><strong>)</strong><strong>Å</strong><strong>¡</strong><strong>»</strong><strong>x</strong><strong>ÿ</strong><strong>ø</strong><strong>9</strong><strong>$</strong><strong>#</strong><strong> </strong><strong>Ç</strong><strong>Ë</strong><strong>Ï</strong><strong>È</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>26.  Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu[33]. adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: &#8220;Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk perumpamaan?.&#8221; dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah[34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>[33]  diwaktu Turunnya surat Al Hajj ayat 73 yang di dalamnya Tuhan menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat, sekalipun mereka kerjakan bersama-sama, dan Turunnya surat Al Ankabuut ayat 41 yang di dalamnya Tuhan menggambarkan Kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.</strong></p>
<p><strong>[34]  disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, Karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka itu menjadi sesat.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>ketika kita mencoba  memahami perikehidupan nyamuk, kita akan mengetahui bahwa mahluk ini adalah penghisap darah manusia dan binatang lainnya. Akan tetapi, pengetahuan demikian ini tidak sepenuhnya benar. Karena tidak semua individu nyamuk hidup dari menghisap darah. Hanya nyamuk betina saja yang memerlukan darah dalam dietnya./ keperluan tentang darah tidak berkaitan dengan kebiasaan makan jenis ini, kaitan pokoknya adalah dengan perkembangbiakannya. Nyamuk betina memerlukan protein dari dalam darah dalam proses ahir pembentukan telur. Dengan kata lain, nyamuk betina menisap darah untuk menyakinkan akan berlanjutnya kehidupan jenisnya.</p>
<p>Proses perkembangan nyamuk merupakan salah satu aspek yang mengagumkan. Binatang ini  berubah dari <strong><em>larva</em></strong> menjadi nyamuk setelah melalui beberapa fase yang berbeda-beda. Nyamuk betina akan meletakan telurnya pada daun yang lembab atau dikawasan lembab sekitar genangan air. Sebelum melakukan itu, nyamuk betina akan memeriksa kawasan itu dengan menggunakan organ yang terletak di bagian perutnya. Organ ini mampu mendeteksi kelembaban dan suhu. Setelah menemukan daerah yang cocok, barulah nyamuk betina itu meletakkan telurnya. Telur dengan panjang kurang dari I millimeter, diletakkan dalam kelompok atau satuan. Bebeerapa jenis nyamuk ada yang merangkaikan sampai dengan 300 dalam bentuk  rakit, dan di letakan diatas air tergenang.</p>
<p>Telur yang diletakkan dengan sangat hait-hati itu akan berubah warna. Perubahan warna terjadi hanya beberapa jam setelah diletakan. Warnanya menjadi hitam. Dengan warna ini, nilai kamuflase telur cukup tinggi dan lepas dari pengamatan pemangsa, seperti burung dan serangga pemangsa lainnya.</p>
<p>Setelah menetas, anak nyamuk langsung berenang di dalam air. Masa  kehidupan dalam air dimulai untuk larva nyamuk. Anakan ini akan semakin besar. Kulit yang ada tidak lagi dapat menutupi tubuhnya. Mereka melepaskan kulit atau cangkang ini, dan membentuk cangkang baru. Pergantian kulit atau cangkang ini  berjalan dua atau tiga kali pada masa ini.</p>
<p>Dalam kehidupan di air, larva nyamuk memiliki organ-organ yang sama sekali berbeda saat sudah menjadi nyamuk. Pada kehidupan di air, mereka memiliki semacam rambut yang tumbuh disekitar bagian mulut. Dengan gerakan rambut ini, larva dapat mengarahkan jasad renik yang ada di perairan ke bagian mulutnya. Untuk bernapas, mereka menggunakan alat pernafasan yang berbentuk tabung yang terletak di bagian punggungnya. Mereka mengambil oksigen saat mereka pada posisi jungkir balik di permukaan air. Untuk mencegah air masuk ke dalam tabung, larva nyamuk mengeluarkan cairan lengket yang dapat mencegah masuknya air. Tanpa keberadaan alat-alat ini, larva tidak akan bertahan hidup  di dalam air.</p>
<p>Pada pergantian kulit terakhir, bentuk larva berubah drastic, menjadi suatu bentuk yang lain sama sekali. Masa ini disebut sebagai masa “pupa”. Mereka sudah siap menjadi nyamuk yang “sebenarnya” . perubahannya sedemikian rupa sehingga sulit untuk di percaya bahwa hal ini dilakukan oleh individu dan jenis yang satu. Perubahannya begitu kompleks, sehingga rasanya tidak dapat dilakukan dengan sempurna oleh mahluk itu sendiri.</p>
<p>Pada masa ini akan tumbuh dua tabung atau pipa pernafasan baru di bagian kepala untuk menggantikan tabung yang ada di bagian punggung. Apabila idak ada tabung baru di kepala, dengan berubahnya bentuk dan posisi mahluk di air, maka apabila hanya ada tabung di punggung, jelas “pupa” akan mati. Hal ini disebabkan karena posisinya yang demikian ini maka air akan masuk kedalam tabung di punggunagnya.</p>
<p>Selama berlangsungnya masa pupa, sekitar tiga ssampai empat hari, larva ny</p>
<p>Amuk yang hidup dalam kepompong akan berpuasa. Dalam kepompong ini, bentuk larva berubah menjadi nyamuk dewasa seutuhnya, lengkap dengan sayap, dada, perut, kaki, antenna, mata, dan seterusnya. Kemudian kepomopog akan  terpecah di bagian atas. Masa ini adalah masa yang sangat rentan bagi nyamuk. Syarat agar nyamu dapat terbang adalah tidak boleh terkena air. Hanya bagian bawah kaki saja yang akan menyentuh air. Itulah sebabnya, kepompong yang terbuka di bagian atasnya akan dilapisi oleh cairan yang lengket, yang mencegah air masuk ke falam kepompong. Detengah jam setelah keluar dari kepompong, nyamuk akan melakukan terbang perdananya.</p>
<p>Saat jentik-jentik bermetamorfose menjadi nyamuk, mereka dilengkapi dengan seperangkat system yang canggih guna dapat hidup dan meneruskan keturunanya. Nyamuk dilengkapi dengan system organ yang dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan suhu, udara, kelembaban dan juga bau. Bahkan, nyamuk mempunyai kemampuan untuk melihat melalui  perubahan suhu yang menolongnya saat mencari mangsanya, walaupun keadaan sangat gelap.</p>
<p>Tehnik nyamuk dalam “mengisap darah” ternyata merupakan seperangkat system yang sangat kompleks dan rumit. Untuk mengiris kulit mangsanya,digunakan enam “pisau” pengiris yang bekerja seperti gergaji, pada saat proses pengirisan berlangsung, nyamuk menyiramkan cairan tersebut ke luka yang dibuatnya. Cairan ini membuat tubuh mangsa menjadi patirasa, sekaligus mencegah darah membeku. Dengan demikian, mangsa tidak akan merasa terganggu, di sampang proses pengisapan darah berjalan lancar.</p>
<p>Apabila salah satu saja organ tidak bekerja baik, maka nyamuk akan memperoleh kesulitan dalam memperoleh pakannya serta meneruskan dan mempertahankan jenisnya. Dengan rancangan tubuh yang demikian, walaupun hanya ada pada  nyamuk yang kecil, ini merupakan bukti akan kerja penciptaan. Di dalam Al qur’an nyamuk yang kecil ini dijadikan untuk memperlihatkan kekuasaan Alloh. Mereka yang beriman mengerti, sedangkan mereka yang kafir menyangkalnya.</p>
<p>Pemahaman Tentang Tujuh Langit</p>
<p>Berangkat dari pemahaman ayat surat Al baqoroh ayat 29 yaitu:</p>
<p>uqèd Ï%©!$# Yn=y{ Nä3s9 $¨B Îû ÇÚöF{# $YèÏJy_ §NèO #uqtGó$# n&lt;Î) Ïä!$yJ¡¡9$# £`ßg1§q|¡sù yìö7y ;Nºuq»yJy 4 uqèdur Èe@ä3Î/ &gt;äóÓx« ×LìÎ=tæ ÇËÒÈ</p>
<p>29.  Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu.</p>
<p>Kalimat” Dia menuju ke langit, lalu Dia meny empurnakannya menjadi tujuh langit” memberi pengertian bahwa Alloh menciptakan bumi dan segala isinya untuk manusia. Alloh telah mencitapkan langit lalu Alloh menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Hal ini dijelaskan dalam firman Alloh</p>
<ul>
<li>§NèO #uqtGó$# n&lt;Î) Ïä!$uK¡¡9$# }Édur ×b%s{ß tA$s)sù $olm; ÇÚöF|Ï9ur $uÏKø$# %·æöqsÛ ÷rr&amp; $\döx. !$tGs9$s% $oY÷s?r&amp; tûüÏèÍ¬!$sÛ ÇÊÊÈ   </li>
</ul>
<p>11.  Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: &#8220;Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa&#8221;. keduanya menjawab: &#8220;Kami datang dengan suka hati&#8221;.</p>
<p>Jadi langit pertama yang diciptakan Alloh sebelum menciptakan bumi waktu itu masih berupa asap tebal yang gemulung dan suhunya panas sekali. Keduanya yaitu langit dan bumi. Dipanggil maksudnya ditetapkan ketentuan dan proses pekerjaanya oleh Alloh supaya bekerja sama secara sinergi dan mewujudkan alam yang harmonis.</p>
<p>Pada ayat 29 ini di jelaskan bahwa Alloh menyempurnakan langit yang satu dan masih berupa asap itu menjadi tujuh langit. Angka tujuh dalam bahasa arab bias berarti enam tambah satu, jika kita mengambil arti yang pertama (enam tambah satu)maka Alloh menjadikan langit yang tadinya satu lapis menjadi tujuh lapis, atau Alloh menjadikan benda langit yang tadinya satu menjadi tujuh benda langit. Tiap-tiap benda langit ini beredar mengelilingi matahari menurut jalannya pada garis edar yang tetap msehingga tidak ada yang berbenturan. Tetapi matahari hanya berputar dan beredar pada garis porosnya saja karena matahari menjadi pusat dalam system tata surya ini. Sungguh Alloh maha kaya dan mahabijaksana mengatur alam yang besar dan luas ini.</p>
<p>Dalam pemahaman astronomi, langit adalah seluruh  ruang angkasa semesta, yang di dalam nya ada berbagai benda langit termasuk matahari, bumi, planet-planet, galaksi-galaksi, supercluster, dan sebagainya.hal ini diemukakan ole Alloh di dalam surat Al Mulk/67: 5</p>
<p>ôs)s9ur $¨Z­y uä!$yJ¡¡9$# $u÷R9$# yxÎ6»|ÁyJÎ/ $yg»oYù=yèy_ur $YBqã_â ÈûüÏÜ»u¤±=Ïj9 ( $tRôtGôãr&amp;ur öNçlm; z&gt;#xtã ÎÏè¡¡9$# ÇÎÈ</p>
<p>5.  Sesungguhnya kami Telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.</p>
<p>Jadi, langit yang berisi bintang-bintang itu memang disebut sebagai langit dunia. Itulah langit yang kita kenal selama ini. Yang di duga diameternya sekitar 30 miliar tahun cahaya. Dan mengandung triliunan benda langit dalam skala tak terhingga.</p>
<p>Namun demikian, ternyata Alloh menyebut langit yang demikian besar dan dahsyat itu baru sebagian dari langit dunia, dan mungkin langit pertama. Maka dimanakah letak langit kedua sampai ke tujuh.</p>
<p>Sejauh ini belum ada temuan ilmiah”yang tiadak dicari-cari”mengenai hubungan angka tujuh dan “langit” yang dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal dengan alam semesta. Memang ada beberapa skala benda langit, misalnya pada satu tatasurya (solar system) ada “matahari”(bintang yang menjadi pusat tata surya yang bersangkutan) dan ada planet beserta satelitnya. Milyaran tatasurya membentuk galaksi. Milyaran galaksi membentuk alam semesta. Ini baru enam, untuk menjadikannya tujuh, bias saja ditambah dengan dimensi alam semesta. Jadi ada tujuh dimensi dalam alam, dan ini mungkin yang di maksud dengan langit yang tujuh lapis. Tetapi masalahnya adalah dalam perjalanan mi’roj Nabi Muhammad saw, beliau melalui lapis demi lapis secara serial, dari lapis pertama, ke lapis kedua dan seterusnya sampai lapis ke tujuh dan akhirnya leluar alam mahluk menuju sidrotul  muntaha. Jadi lapis demi lapis langit itu seperti kue lapis yang berurutan, dari dalam lapisan yang pertama sampai lapisan ke tujuh. Kenyataan ini berbeda dengan temuan ilmiah.T. djmaluddin, salah seorang astronom Indonesia, yang cenderung memahami “tujuh langit ” sebagai benda benda langit yang tak terhitung jumlahnya dan bukan berlapis lapis, dalam bahasa Arab, bilangan tujuh biasanya dipakai untuk menggambarkan jumlah yang sangat banyak.</p>
<p>Disisi lain tujuh langit, kemungkinan adalah tujuh lapisan-lapisan  atmosfer yang dekat dengan bumi ini yaitu: (1) Troposphere (troposfer), (2) Tropopouse (tropopaus) (3)stratosphere (stratosfer), (4) stratopouse (stratopaus, (5) mesosphere (mesofer), (6) mesopouse (mesopaus), dan (7) themosphere (termosfer). Pembagian ini berdasarkan temperatur (suhu) tiap-tiap lapis atmosfer dan jaraknya dari permukaan bumi. Lapisan-lapisan tersebut bersifat kokoh dalam pengertian menyelimuti dan melindungi bola bumi kita secara kokoh karena adanya gaya grvitasi bumi.dalam tafsir surat Ar Ra’d/13 : 2 dijelaskan pembagian lapisan atmosfer  sedikit berbeda dengan yang dijelaskan disisni, dimana ionesfer dan eksosfer disatukan dalam termosfer. Namun apabila pengertian tujuh langit dalam hal ini dikaitkan dengan mi’roj Nabi Muhammad saw, nampaknya kurang tepat.</p>
<p>Tujuh langit mungkin pula dapat di tasirkan sebagai tujuh dimensi ruang waktu</p>
<p>Dalam kluza-klein theory (KKT). Dalam ilmu fisika terdapat empat (4) gaya fundamental yang ada di jagad raya ini, yaitu gaya elektromagnetik, gaya nuklir lemah, gaya nuklir kuat, dan gaya gravitasi. Jika ke empat gaya ini terbentuk dari ledakan besar (big bang) dari suatu singularity, maka mestinya ke empat gaya ini dahulunya menyatu sebgai suatu gaya tunggal (Grand unified force). Ini yang dikenal dalam grand unified theory (GUT, teori ketersatuan agung). KKT menjelaskan bahwa untuk dapat menerangkan ketersatuan gaya-gaya yang empat itu, maka adanya geometri ruang waktu  yang kita berada di dalamnya sekarang ini tidaklah cukup. Geometri ruang waktu yang kita berada di dalamnya sekaranag ini hanya mampu menjelaskan sedikit tentang gaya-gaya elektromagnetik dan dalam beberapa hal gaya gravitasi. Untuk bias menjelaskan ke empat gaya tersebut, maka KKT menyatakan harus ada tujuh dimensi ruang waktu (time space dimensions) yang lain. Dengan demikian, bersama empat dimensi yang sudah dikenal, yaitu: garis, bidang, ruang dan waku; maka total dimensi ada sebelas dimensi (11 dimensi). Pernyataan ini berbasiskan pada perhitungan matemtika-fisika. Berbasiskan pada KKT ini para scientists telah mampu pula menghitung “garis tengah” salah satu dimensi ruang waktu itu, yaitu sebesar 10<sub>­­</sub><sub>­­­­</sub><sup>-32 </sup>cm, jadi dimensi itu sangat kecil sekali. Dengan demiikian, tidaklah mungkin instrument yang ada sekarang ini kita dapat menembus tujuh dinmensi ruang waktu yang lain itu. Kaluza klein theori telah memberikan gambaran adanya tujuh                                         dimensi ruang waktu, yang kesemuanya iniakan mengokohkan geometri jagad raya dengan empat gaya-gaya  fundamentalnya. Mungkinkah tujuh langit itu adalah tujuh dimensi ruang waktu menurut kaluza klein theory?wallohu a’lam bis shawab.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kandungan tanah dalam penciptaan manusia</span></p>
<p>ôs)s9ur $oYø)n=yz z`»|¡SM}$# `ÏB 9@»|Áù=|¹ ô`ÏiB :*uHxq 5bqãZó¡¨B ÇËÏÈ</p>
<p>26.  Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.</p>
<p>øÎ)ur tA$s% y7/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) 7,Î=»yz #\t±o0 `ÏiB 9@»|Áù=|¹ ô`ÏiB :*yJym 5bqãZó¡¨B ÇËÑÈ</p>
<p>28.  Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,</p>
<p>tA$s% öNs9 `ä.r&amp; yàfóX{ @t±u;Ï9 ¼çmtFø)n=yz `ÏB 9@»|Áù=|¹ ô`ÏiB :*uHxq 5bqãZó¡¨B ÇÌÌÈ</p>
<p>33.  Berkata Iblis: &#8220;Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau Telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk&#8221;</p>
<p>Ayat di atas adalah ayat yang terrkait dengan penciptaan manusia. Pertanyaanya adalah mengapa adam mampu menjelaskan nama-nama benda-benda yang Alloh ajarkan langsung kepada Adam.sedangkan malaikat tidak mampu? Dalam beberapa surah, termasuk surah al hijr di atas, Alloh menjelaskan bahwa manusia dibuat dari tanah. Tanah mengandung banyak atom-atom atau unsur-unsur metal (logam) maupun metalloid (seperti logam) yang sangat diperlukan sebagai katalis dalam proses reaksi kimiawa maupun biokimiawi untuk membentuk molekul-molekul organik yang lenbih kompleks. Contoh-contoh unsur –unsur yang ada di tanah itu antara lain, besi (fe), tembaga (Cu), kobaly (Co), mangan (Mn), dll. Juga dengan adanya unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), fosfor (P), dan oksigen (O), maka unsur-unsur metal maupun metalloid diatas mampu menjadi katalis dalam proses reaksi biokimiawi untuk membentuk molekul yang lebih kompleks seperti ureum, asam amino, atau bahkan nukleotida. Molekul-milekul ini dikenal sebagai molekul organik, pendukung suatu proses kehidupan. Otak manusia yang merupakan organ penting untuk menerima informasi, kemudian menyimpannya, serta mengeluarkannya kembali; terbuat dari unsur-unsur kimiawi diatas, yang tersusun menjadi makro-molekul dan jaringan otak. Instrumen penyimpan informasi lainnya yang dipunyai oleh manusia adalah senyawa kimiawi yang dikenal sebagai DNA atau <em>desoxyribonucleic acid</em>: asam desoksi ribonukleat. Baik jaringan otak manusia maupun molekul-molekul DNA terdiri dari unsur-unsur utama C, H, O, N dan P.</p>
<p>Prof. Carl Sagan dari <em> Princeton  University, </em>AS dalam bukunya <em>The dragon of eden </em> memberikan gambaran bahwa manusia memang unggul bila dibandingkan dengan mahluk-mahluk lain ciptaan Alloh swt. Salah satu  keuggulannya adalah manusia dilengkapi dengan sistem penyimpan informasi/memori. Sistem penyimpanan informasi pada manusia ada dua macam, yaitu: (1) jaringan otak, yang menyimpan informasi apapun  yang dapat direkam olehnya. Otak manusia mempunyai keampuan untuk  menyimpan informasi sebanyak 10<sup>13 </sup>bits atau 10<sup>7 </sup>Gbits. Penyimpan informasi yang ke (2). DNA-Kromosomal, yaitu molekul DNA yang ada di kromosom, yang menyimpan informasi genetik manusia. Informasi ini akan di alihkan atau diturunkan kepada keturunanya. DNA-Kromosomal manusia mampu menyimpan memori sebanyak 2&#215;10<sup>10 </sup>bits atau sekitar 2&#215;10<sup>4 </sup>Gbits. Kapasitas menyimpan informasi DNA-Kromosomal ini sebanding dengan buku setebal 2.000.000 halaman, atau sebanding dengan 4000 jilid buku @ 500 halaman. Kedua penyimpan memori yang canggih ini terbuat dari unsur-unsur yang ada ditanah, subhanalloh. Inilah jawabannya, mengapa adam mampu menangkap dan mengerti semua yang di ajarkan Alloh swt, berupa nama-nama benda-benda; serta mngungkapanya kembali dengan benar; karena manusia adam dilengkapi dengan instrumen penyimpan dan mengekspresi kembali memori: jaringan Otak dan DNA yang terdiri dari unsur-unsur tanah itu; sedangkan malaikat tidak demikian halnya. Iblis menyombongkan diri, karena kebodohannya dalam memahami ciptaan Alloh swt, dengan melecehkan unsur tanah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/misbahzada.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/misbahzada.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/misbahzada.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/misbahzada.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/misbahzada.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/misbahzada.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/misbahzada.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/misbahzada.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/misbahzada.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/misbahzada.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/misbahzada.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/misbahzada.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/misbahzada.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/misbahzada.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=misbahzada.wordpress.com&amp;blog=11651108&amp;post=6&amp;subd=misbahzada&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://misbahzada.wordpress.com/2010/01/29/6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7585a814af53d6aef53aa584c5abf72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">misbahzada</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
