IHSAN SEBAGAI MODAL HIDUP
Manusia memiliki potensi berbuat jahat dan kesalahan الانسان محل الخطأوالنسيان, (manusia tempatnya berbuat salah dan lupa), masing-masing diantara mereka ada yang melakukan secara terang-ternagan dan ada pula yang sembunyi-sembunyi.
Potensi kejahatan manusia itu bermula dari hati yang lemah imannya. Jika keimanan yang dimiliki oleh manusia mengalami penurunan yang serius, tentu kita sering melakukan pelanggaran baik sengaja atau tidak.
Kemaksiatan yang dilakukan secara terus-menerus seperti halnya menggampangkan berbuat dosa kecil, maka semakin lama akan mengakibatkan kegelapan hati hingga menghalangi makrifat kepada Tuhannya. Ibarat lampu sebagai nurulloh maka dia akan menerangi apa yang ada di sekitarnya dan memberikan aroma cahaya kepada mereka yang ada disekelilingnya. Namun yang berada jauh darinya akan kelihatan gelap dan semakin gelap. Untuk menguatkan kembali iman manusia yang lemah/manusia ingin berada pada titik yang terang di dekat cahaya lampu tadi selain dengan perlunya kesungguhan dalam melakukan tobat dan memperbaiki diri dalam bentuk mempertajam kualitas amal soleh, Rosululloh memberikan resep agar iman itu semakin kuat dan amal baik semakin berkualitas yaitu dengan menenamkan sikap ihsan kepada Alloh
الاحسان هو ان تعبد الله كأنك تراه فان لم تراه فانه يراك
Ihsan ialah hendaklah engkau bribadah kepada Alloh , seakan – akan engkau melihatNya kalupun engkau tidak sanggup melihatnya, maka sesungguhnya Alloh melihatmu,
Sifat ihsan inilah yang rosul ajarkan kepada sahbat-sahabat beliau, sehingga mereka hidup berkah, berjiwa bersih, tenang dan lurus dalam melangkah. Oleh karena itu, sifat ihsan dapat membersihkan jiwa dan menghancurkan segala niat dan tujuan yang menyimpang, memiliki rasa takut kepada Alloh, sehingga terhindar dari dosa-dosa dan beragam bentuk kemaksiatan. Dan yang paling penting adalah memiliki kebersamaan dengan Alloh sehinggga ibadah mereka memiliki kualitas yang bagus, perilaku yang santun dan berahlakul karimah.
Bagaimana cara menanamkan sifat ihsan tersebut?
Kita dapat mengambil contoh kecil dalam kemitraan kerja kita. Manakala kita sedang bekerja untuk sang atasan kita, tatkala sang atasan sedang mengawasi kerja kita, maka kinerja kita begitu maksimal bahkan yang tidak dianggap penting untuk dilakukan pun kita kerjakan supaya kita terpandang dalam melakukan tugas, itu adalah gambaran pengawasan atasan kita yang mana tingkat kepengawasannya tidak sampai 24 jam. Namun Alloh swt, adalah zdat maha melihat, mengetahui, mendengar, mengawasi dan selalu mengetahui tindak tanduk kita dalam setiap hal bahkan setiap detik kita tidak menyadarinya.seharusnya manusia harus lebih maksimal dan berhati-hati dalam setiap situasi dan kondisi hidup di dunia ini.
Jika makna muroqobah adalah merasa adanya pengawasan dan kebersamaan Alloh terhadap diri seorang muslim, sehingga mampu mengendalikan prilaku dan perbuatannya, baik yang nampak maupun yang tersembunyi maka sifat ihsan akan mengantarkan kepada tingkatan itu.
وهو الله في السموات والارض يعلم سرّكم وجهركم ويعلم ما تكسبون
Dan dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.
itulah yang seharusnya menjadikan modal manusia hidup di dunia ini, sehingga dalam perjalananya manusia akan selalu terbimbing dalam naungan hidayah ilahi.
by : www.misbah zada.com.pos
