Habis Gelap Terbitlah Terang

Habis Gelap Terbitlah Terang

“Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda, “Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta”

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu sukar dan menyakitkan baginya. Dia tidak tahu bagaimana untuk menghadapinya dan hampir menyerah kalah dalam kehidupan. Setiap kali satu masalah selesai, timbul pula masalah baru.

Ayahnya yang bekerja sebagai tukang masak membawa anaknya itu ke dapur. Dia mengisi tiga buah panci dengan air dan menjerangkannya diatas api. Setelah air didalam ketiga panci tersebut mendidih, dia memasukkan lobak merah didalam panci pertama, telur dalam panci kedua dan serbuk kopi dalam panci terakhir.

Dia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak tertanya-tanya dan menunggu dengan tidak sabar sambil memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya. Setelah 20 menit, si ayah mematikan api.

Dia menyisihkan lobak dan menaruhnya dalam mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya dalam mangkuk yang lain dan menuangkan kopi di mangkuk lain.

Lalu dia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?” “Lobak, telur dan kopi”, jawab si anak. Ayahnya meminta anaknya merasakan lobak itu. Dia melakukannya dan berasa bahwa lobak itu sedap dimakan.

Ayahnya meminta mengambil telur itu dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, dia dapati sebiji telur rebus yang isinya sudah keras.

Terakhir, ayahnya meminta untuk merasa kopi. Dia tersenyum ketika meminum kopi dengan aromanya yang wangi. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, ayah?” Ayah menerangkan bahawa ketiga-tiga bahan itu telah menghadapi kesulitan yang sama,
direbus dalam air dengan api yang panas tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Lobak sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, lobak menjadi lembut dan mudah dimakan. Telur pula sebelumnya mudah pecah dengan isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Serbuk kopi pula mengalami perubahan yang unik. Setelah berada didalam rebusan air, serbuk kopi mengubah warna dan rasa air tersebut.
“Kamu termasuk golongan yang mana? Air panas yang mendidih itu umpama kesukaran dan dugaan yang bakal kamu lalui. Ketika kesukaran dan kesulitan itu mendatangimu, bagaimana harus kau menghadapinya ?

Apakah kamu seperti lobak, telur atau kopi ?” tanya ayahnya.

Bagaimana dengan kita ? Apakah kita adalah lobak yang kelihatan keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kita menyerah menjadi lembut dan kehilangan kekuatan. Atau, apakah kita adalah telur yang pada awalnya memiliki hati lembut, dengan jiwa yang dinamis ? Namun setelah adanya kematian, patah hati, perpisahan atau apa saja cobaan dalam kehidupan akhirnya kita menjadi menjadi keras dan kaku.

Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kita menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku? Atau adakah kita serbuk kopi ? Yang berjalan mengubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasa yang maksimum pada suhu 100 derajat celcius.

Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi akan terasa semakin nikmat. Jika kita seperti serbuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk atau memuncak, kita akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan disekitar kita juga menjadi semakin baik.

Samalah halnya dengan serbuk kopi yang berjaya mengubah air panas yang membakarnya menjadikan ia lebih sedap dan enak untuk diminum

By : Misbah zada

IHSAN SEBAGAI MODAL HIDUP

 

IHSAN SEBAGAI MODAL HIDUP

Manusia memiliki potensi berbuat jahat dan kesalahan الانسان محل الخطأوالنسيان, (manusia tempatnya berbuat salah dan lupa), masing-masing diantara mereka ada yang melakukan secara terang-ternagan dan ada pula yang sembunyi-sembunyi.

Potensi kejahatan manusia itu bermula dari hati yang lemah imannya. Jika keimanan yang dimiliki oleh manusia mengalami penurunan yang serius, tentu kita sering melakukan pelanggaran baik sengaja atau tidak.

Kemaksiatan yang dilakukan secara terus-menerus seperti halnya menggampangkan berbuat dosa kecil, maka semakin lama akan mengakibatkan kegelapan hati hingga menghalangi makrifat kepada Tuhannya. Ibarat lampu sebagai nurulloh maka dia akan menerangi apa yang ada di sekitarnya dan memberikan aroma cahaya kepada mereka yang ada disekelilingnya. Namun yang berada jauh darinya akan kelihatan gelap dan semakin gelap. Untuk menguatkan kembali iman manusia yang lemah/manusia ingin berada pada titik yang terang di dekat cahaya lampu tadi  selain dengan perlunya kesungguhan dalam melakukan tobat dan memperbaiki diri dalam bentuk mempertajam kualitas amal soleh, Rosululloh memberikan resep agar iman itu semakin kuat dan amal baik semakin berkualitas yaitu dengan menenamkan sikap ihsan kepada Alloh

الاحسان هو ان تعبد الله كأنك تراه فان لم تراه فانه يراك

Ihsan ialah hendaklah engkau bribadah kepada Alloh , seakan – akan engkau melihatNya kalupun engkau tidak sanggup melihatnya, maka sesungguhnya Alloh melihatmu,

Sifat ihsan inilah yang rosul ajarkan kepada sahbat-sahabat beliau, sehingga mereka hidup berkah, berjiwa bersih, tenang dan lurus dalam melangkah. Oleh karena itu, sifat ihsan dapat membersihkan jiwa dan menghancurkan segala niat dan tujuan yang menyimpang, memiliki rasa takut kepada Alloh, sehingga terhindar dari dosa-dosa dan beragam bentuk kemaksiatan. Dan yang paling penting adalah memiliki kebersamaan dengan Alloh sehinggga ibadah mereka memiliki kualitas yang bagus, perilaku yang santun dan berahlakul karimah.

Bagaimana cara menanamkan sifat ihsan tersebut?

Kita dapat mengambil contoh kecil dalam kemitraan kerja kita. Manakala kita sedang bekerja untuk sang atasan kita, tatkala sang atasan sedang mengawasi kerja kita, maka kinerja kita begitu maksimal bahkan yang tidak dianggap penting untuk dilakukan pun kita kerjakan supaya kita terpandang dalam melakukan tugas, itu adalah gambaran pengawasan atasan kita yang mana tingkat kepengawasannya tidak sampai 24 jam. Namun Alloh swt, adalah zdat maha melihat, mengetahui, mendengar, mengawasi dan selalu mengetahui tindak tanduk kita dalam setiap hal bahkan setiap detik kita tidak menyadarinya.seharusnya manusia harus lebih maksimal dan berhati-hati dalam setiap situasi dan kondisi hidup di dunia ini.

Jika makna muroqobah adalah merasa adanya pengawasan dan kebersamaan Alloh terhadap diri seorang muslim, sehingga mampu mengendalikan prilaku dan perbuatannya, baik yang nampak maupun yang tersembunyi maka sifat ihsan akan mengantarkan kepada tingkatan itu.

وهو الله في السموات والارض يعلم سرّكم وجهركم ويعلم ما تكسبون

Dan dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

itulah yang seharusnya menjadikan modal manusia hidup di dunia ini, sehingga dalam perjalananya manusia akan selalu terbimbing dalam naungan hidayah ilahi.

by  : www.misbah zada.com.pos

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.